APINDOKALTIM.COM – Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Kaltim bidang Pariwisata, mengagendakan kegiatan talkshow dan forum diskusi sektor pariwisata Kaltim dalam waktu dekat.

“Kami sudah menyiapkan sejumlah hal, termasuk pembentukan tim panitia kecil untuk kegiatan ini. Semoga dalam waktu dekat talkshow pariwisata ini dapat direalisasikan dan diikuti semua stakeholders terkait, termasuk pemangku kebijakan, mulai Gubernur Kaltim, DPRD Kaltim, Bank Indonesia dan insan pelaku pariwisata di Kaltim,” kata Pengurus DPP Apindo Kaltim Bidang Pariwisata, Joko Purwanto, usai mengisi program Podcast Apindo Kaltim Channel, Rabu 10 September 2025.

Joko yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Balikpapan ini mengatakan, kegiatan talkshow dan forum diskusi ini penting, karena sektor pariwisata Kaltim tetap menjadi salah satu andalan dalam pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim, selain potensi sumber daya alam (SDA).

Tentu kita tidak mungkin lagi selalu mengandalkan pemasukan lewat potensi SDA seperti batubara, minyak dan gas (migas), sawit dan hutan, yang sewaktu-waktu akan habis. Sementara, sektor pariwisata dan produk turunannya, termasuk keterlibatan para pelaku UMKM, jelas menjadi salah satu pendorong utama penggerak perekonomian nasional, khususnya di Kaltim,” ujarnya.

Selain akan mengundang Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, SE, MM dan jajaran DPRD Kaltim, kegiatan ini diharapkan juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim dan Dinas Pariwisata kabupaten – kota se-Kaltim, termasuk stakeholders dan insan pelaku pariwisata Kaltim. “Kaltim itu kaya akan potensi sektor pariwisatanya, mulai obyek wisata hingga produk kerajinan UMKM turunannya. Namun, sejauh ini terkesan masih belum sinergi dan berkolaborasi, dimana pemerintah daerah melalui dinas pariwisatanya, justru jalan sendiri-sendiri,” sebut Joko.

Forum diskusi dan talkshow pariwisata ini, diharapkan dapag menemukan pola dan sistem yang lebih ideal untuk menjual dan mempromosikan sektor pariwisata Kaltim keluar daerah hingga mancanegera. “Percayalah, kami insan pelaku pariwisata justru bersentuhan langsung dengan jaringan atau networking sektor pariwisata di mancanegara. Jadi, jangan pernah bangga menggelar event pariwisata di Kaltim dengan menghadirkan tamu dari beberapa negara dan dananya difasilitasi kita, seperti akomodasi hotel dan transportasinya, tapi justru yang datang dari luar Kaltim malah mempromosikan potensi pariwisata negaranya,” tuturnya.

Yang paling krusial, adalah kegiatan promosi pariwisata Kaltim keluar negeri, dengan melibatkan insan pelaku pariwisata dan organisasi pariwisata. “Serahkan pada ahlinya hal-hal semacam ini. Apalagi, orang yang ditugasi mengurusi dinas pariwisata, justru bukan yang punya kapasitas dan mampu menjalin networking dan sinergi dengan pelaku pariwisata hinga keluar negeri,” kata Joko.

Organisasi Apindo, lanjut Joko, punya peran besar terlibat dalam mendorong promosi dan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, termasuk di Kaltim. “Kita tahu, selain berperan di hubungan tripartitt dan ketenagakerjaan, Apindo juga berperan dalam hal investasi dan perekonomian nasional. Karenanya, lewat forum diskusi ini kita berharap, ditemukan solusi konkret dan ideal dalam upaya sinergi meningkatkan kampanye promosi menjual potensi pariwisata Kaltim ke mancanegara,” ujarnya.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *