Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.16)
APINDOKALTIM.COM – Punya ciri khas khusus dan tampil dengan kemasan menarik, umumnya menjadi andalan bagi pengusaha UMKM dalam kompetisi bisnis. Hal ini juga ditunjukkan dua pelaku UMKM dari Forum UMKM Balikpapan Utara, yang hadir sebagai tamu program Podcast Apindo Kaltim Channel, Kamis 18 September 2025.
Menurut Juwanti, akrab disapa Ibu Ruth, dia hadir menekuni bisnis UMKM dengan produk bawang hitam atau “Black Carlic Nikimie”. Sesuai Namanya, produk ini berbahan baku bawang putih tunggal 100 persen, yang diproses dengan suhu dan waktu tertentu, secara higienis tanpa pengwet dan pewarna buatan. “Hasilnya, bawang menjadi berwarna hitam, yang mempunyai tekstur lembut dan kenyal, serta berasa asam. Namun, bawang ini tidak pedas dan berbau saat dikonsumsi. Bawang ini sudah digunakan nenek moyang kita sejak dulu dan diyakini berguna untuk vitalitas dan Kesehatan tubuh,” kata Ruth.
Apalagi, Black Carlic juga mengandung bahan anti oksidan tinggi dibandingkan bawang putih mentah. “Kadungannya mulai Polifenol, Plavonid, Alkalaid, S-Allysteine dan dan Allicin, yang berfugsi sebagai anti virus dan bakteri, yang berguna bagi Kesehatan tubuh,” ujarnya.
Ada tujuh varian produk Black Carlic Nikimie. Antaralain, jus bawang Tunggal, bawang madu, bawang cutting dan lainnya. “Black Carlic itu sebagai pengganti herbal. Tapi juga bisa dikonsumsi langsung, termasuk sebagai bumbu dan dicampur untuk bahan kue,” paparnya.
Ruth menyebut, produknya sudah mengantongi izin P.Irt dan sertifikasi halal, mulai produksi sejak tahun 2019. Produk yang awalnya hanya dipasarkan di lingkungan tetanga sekitar dan sahabat, kini juga mulai ditempatkan di toko oleh-oleh di semua Balikpapan, termasuk di Hotel Platinum dan Novotel, serta tempat terapis seperti pijat dan bekam. “Kami juga menggunakan digital marketing di Instagram, shoppee dan toko pedia, untuk memasarkan produk. Dalam sebulan, rata-rata kami bisa memproduksi 700 – 800 Pcs Black Carlic, karena proses pembuatannya cukup lama,” sebut Ruth seraya menyebut, bahan baku berupa bawang tunggal sebagian besar didatangkan dari luar Kalimantan.
SALAD BUAH YUMNA
Sementara Nana, owner Yumna Cheese Fruit Salad (Salad Buah), mulai menjalani usaha panganan salad buah sejak tahun 2019. Di Balikpapan, produk salad buah yang difokuskan untuk produk hampers, disebut Nana masih belum terlalu banyak.
Produk salad buah yang biasa hadir sebagai pengganti kue tart di sejumlah acara seperti pesta pernikahan, ulang tahun dan lainnya, diakui Nana menjadi peluang bagi bisnis salad buah yang dia buat. “Bagi anak-anak yang sebagian tidak terlalu suka susu dan buah, tapi dengan kreasi salad buah, membuat produk ini jadi menarik,´tuturnya.
Dengan tampilan menarik, salad buah Yumna, disebutnya berbahan baku serba premium. Mulai apel premium, apel hijau, per, mangga, strawberry, kiwi, longan dan lainnya, ditambah keju dan susu.
Nana mengaku biasa memasarkan produk salad buahnya secara langsung (by order), termasuk melalui sosial media digital marketing, seperti Instagram, tik tok dan facebook. “Kami juga menempatkan produk di Maxi Lux dan lainnya, serta juga sering dipesan oleh kantor wali kota, termasuk jadi oleh-oleh yang dibawa keluar kota Balikpapan,” ucap Nana, yang menyebut salad buah produksinya bisa bertahan hingga 3 hari jika diataruh di dalam kulkas.
Nana berharap, kedepan bisa membuka outlet di semua pusat belanja di Balikpapan dan kota lain di Kaltim. “Kami juga siap melayani pesanan kantor instansi pemerintah dan swasta, karena Yumna juga memproduksi pudding, buah ukir dan lainnya,” pungkas Nana.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
