Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.18)
APINDOKALTIM.COM – Perkembangan UMKM di Balikpapan Timur terus menggeliat maju. Kali ini, dua pelaku UMKM dari Forum Balikpapan Timur, hadir sebagai tamu Program Podcast Apindo Kaltim Channel, Selasa 23 September 2025.
Adalah Nadila Sari, owner dari produk Amplang Rio dan J. Natali, dengan produk Nat Cake and Cookies. Keduanya, juga tampil bersemangat, mengisahkan perjalanan usaha UMKM yang dirintis lebih dari lima tahun terakhir.
Menurut J. Natali, dia sudah merintis usaha Nat Cake and Cookies sejak tahun 2020. Sejak awal, dia memproduksi aneka kue di kediamannya di kawasan Jalan Handil Sulawesi RT 45 No.80 Gunung Tembak Balikpapan Timur.
“Kami di rumah itu keluarga suka ngemil. Tiap hari saya beli kue kacang dan kemudian timbul ide untuk membuat kue sendiri bersama suami,” ujarnya.
Setelah beberapa kali mencoba dan belajar secara otodidak, Natali akhirnya menemukan kue kacang enak, dengan citarasa yang ideal. “Di awal, kami promosi di keluarga dan usaha kami terus berlanjut hingga sekarang,” ucapnya.
Jika dulu pesanan ramai saat hari raya Idul Fitri, kini hampir setiap hari pesanan kue selalu ada. “Saat ini, aneka produk kue kacang dengan harga terjangkau, saya pasarkan dari warung ke warung. Juga masuk pusat belanja Gajah Mada, dengan varian produk ada sekira 10 macam, seperti lidah kucing, kue kacang, kue emping, kue putri salju dan lainnya,” tutur dia.
Sementara owner Amplang Rio, Nadila Sari mengungkapkan, dia mulai usaha sejak tahun 2019. “Awalnya dikelola ibu dan saya lanjutkan setelah lulus kuliah, termasuk mengurus perizinanannya. Pemasarannya juga langsung dan online dan berlangsung sampai sekarang,” ucapnya.
Produk amplang yang dibuat juga beragam. Mulai Amplang Tenggiri, Amplang Ikan Bandeng, Amplang Udang, Amplang Bumbu Balado dan juga Amplang Batubara berwarna hitam, yang dibuat dari tinta cumi.
Produk Amplang Rio, terang Nadila saat ini juga dipasarkan di sejumlah toko oleh-oleh di Balikpapan. “Saya awal tahun 2025 juga baru buka toko ofline atau aoutlet khusus di Seberang Asrama Haji Batakan, dengan nama Pusat Oleh-oleh Rio,” tuturnya.
Bahkan, Nadila juga mengajak para pelaku UMKM di Balikpapan yang ingin menitipkan produknya di Pusat Oleh-oleh Rio. Karena diketahui, di seputar kawasan asrama Haji selalu ramai dengan beragam pedagang berjualan, dan aktivitasnya tambah semarak jika musim keberangkatan jamaah haji setiap tahunnya.
Nadila yang rata-rata memproduksi 2.000 – 3.000 Pcs amplang yang sudah dikemas bagus per bulan, mengaku tidak kesulitan dalam mencari bahan baku amplang. Karena, pemasok utama ikan dari ayahnya sendiri. “Nama Amplang Rio dari adik saya yang kebetulan laki-laki,” ucapnya seraya menyebut semua perizinan mulai P.Irt, label halal sudah dimiliki Amplang Rio dan saat ini tengah mengurus hak paten (HAKI).
Nadila berharap, produk Amplang Rio kedepan juga bisa merambah pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor keluar negeri dan memiliki pabrik produksi sendiri yang lebih luas.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
