Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.19)
APINDOKALTIM.COM – Terlihat simpel tapi mampu menghasilkan “cuan”. Filosofi produk ini yang ditampilkan dua pelaku UMKM dari Forum UMKM Balikpapan Barat saat menjadi tamu di Program Podcast Apindo Kaltim Channel, Rabu 24 September 2025.
Adalah Mega Patrayani, owner Padi 38 CIBA (Cimi-cimi Balikpapan), dari Baru Tengah Balikpapan Barat dan Musdiana, owner Mama Nana dengan produk Putu Cangkir, Bingka Kentang dan makanan basah, dari Baru Ulu Balikpapan Barat.
Keduanya banyak berkisah tentang perjalanan merintis usaha bertahun-tahun hinga sekarang. “Saya mulai memasarkan produk Ciba baik secara ofline dan online sejak tahun 2022, di sejumlah tempat seperti toko oleh-oleh dan lainnya. Namun sudah merintisnya sejak tahun 2015 dengan berjualan melalui kawan-kawan,” ujar Mega.
Dengan kemasan yang menarik dan dilengkapi dengan perizinan produk mulai sertifikasi halal dan P.Irt, Mega percaya diri memasarkan produk dengan berbagai kemasan. “Untuk kemasan ekonomis biasanya kami jual di supermarket dan kemasan ekslusif dijual di toko oleh-oleh khas Balikpapan,” terang Mega.
Produk Ciba yang pernah di taruh di room service Hotel Grand Tjokro Balikpapan sekira satu tahun ini, disebut Mega dipayungi brand “Padi 38”, yang diawal berdiri cukup banyak varian yang dibuat. Seperti, Kembang Goyang, Gegati dari ubi, Kaktus, semprong dan lainnya.
“Dalam perjalanannya, produk Cimi-cimi yang menghasilkan omset bagus, dimana mampu menghasilkan 500 pack untuk kemasan ekonomis dan kemasan ekslusif memang tidak sebanyak kemasan ekonomis,” tuturnya.
Varian rasa Cimi-cimi juga beragam, mulai rasa pedas, keju, rasa bawang dan lainnya. “Pemasaran secara online juga gencar kami lalukan melalui sejumlah media sosial, seperti di shoppe, toko pedia dan tik toksel,” sebutnya.
Sementara Musdiana yang fokus dengan usaha beragam kue basah, memiliki
produk andalan kue “Putu Cangkir”, khas dari Makassar. Dengan bahan tepung, tepung ketan, gula merah dan kelapa, kue ini umumnya dikonsumsi saat sarapan pagi dan sore waktu bersantai, serta setiap hari. “Putu Cangkir terkenal di Makassar dan di Balikpapan jarang ada yang buat. Makanya, kue ini jadi andalan jualan kami selain beragam kue basah lainnya seperti bingka kentang dan lainnya,” ujar Musdiana yang melabeli usahanya dengan nama “Mama Nana”.
Usaha yang dirintis Musdiana sejak dia bersekolah di SMA ini, awalnya di pasarkan dari rumah ke rumah dan kini makin berkembang luas. “Saya berharap kue kami bisa lebih luas dinikmati masyarakat di Balikpapan,” tuturnya.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
