Pertemuan antara Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Aditya Warman, Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan dan pengurus Apindo Kaltim membahas program MLT.
APINDOKALTIM.COM – BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan mengajak pekerja memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang memberikan fasilitas pembiayaan rumah dengan bunga ringan bekerja sama dengan perbankan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Ady Hendratta, menjelaskan program ini merupakan mandat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Program ini ada skema uang muka perumahan, KPR rumah subsidi maupun non-subsidi. Jadi pekerja yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkannya lewat MLT,” ujarnya.
Tiga Skema Pembiayaan
Ady merinci, ada tiga skema pembiayaan yang dapat dipilih pekerja. Pertama, BPJS Ketenagakerjaan menanggung uang muka sementara cicilan KPR ditanggung pekerja melalui bank.
Kedua, jika pekerja sudah menyiapkan uang muka, BPJS bisa membantu pembiayaan sisanya melalui fasilitas kredit.
“Sedangkan skema ketiga, baik uang muka maupun pembiayaan rumahnya bisa dibiayai lewat BPJS Ketenagakerjaan. Semua mekanisme ini dilakukan lewat perbankan,” jelasnya.
Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menggandeng Bank BTN dan Bank BJB sebagai mitra resmi, serta membuka peluang kerja sama dengan bank lain.
Selain pembelian rumah baru, MLT juga bisa dimanfaatkan untuk renovasi rumah. “Kalau rumahnya sudah ada, tapi ingin direnovasi, itu juga bisa diajukan. Mekanismenya sama, tetap bekerja sama dengan perbankan,” kata Ady.
Ady menegaskan, syarat untuk mengakses program ini cukup sederhana. Peserta minimal sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun dan perusahaan tempatnya bekerja tertib membayar iuran.

Dokumen yang diperlukan hanya KTP, KK, kartu BPJS Ketenagakerjaan, slip gaji, serta dokumen standar lainnya. Jika dinyatakan eligible dan lolos verifikasi perbankan tanpa catatan di BI Checking, peserta bisa langsung akad kredit.
Plafon kredit yang ditawarkan mencapai Rp650 juta, terdiri dari pinjaman uang muka perumahan sebesar Rp150 juta dan kredit perumahan hingga Rp500 juta. Skema ini berlaku baik untuk rumah subsidi maupun non-subsidi.
Sejak diluncurkan, program ini mulai mendapat sambutan positif. Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat, 66 pekerja di Kalimantan telah berhasil memanfaatkan fasilitas ini dan kini menempati rumah mereka.
“Kami ingin lebih banyak pekerja mengetahui dan memanfaatkan layanan ini,” ujar Ady.
Dorongan dari Dewan Pengawas
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Aditya Warman, menilai program MLT perumahan bisa diperkuat melalui konsolidasi organisasi pengusaha, khususnya Apindo Kaltim.
“Hari ini kita melihat adanya hal baik bagi DPP Apindo Kaltim, untuk merintis sekaligus memberi contoh yang baik dalam membangun konsolidasi program yang berdampak pada kesejahteraan pekerja,” katanya.
Aditya menyebut program MLT memiliki tiga faktor utama yang ia sebut sebagai “deklarasi laut biru”:
1. Optimalisasi kesejahteraan pekerja melalui kepemilikan rumah.
2. Konsolidasi akses pendanaan dengan bunga rendah, hanya 7,75 persen flat hingga lunas, jauh di bawah bunga KPR komersial yang mencapai 13,5–13,75 persen.
3. Konsolidasi berbasis produktivitas, di mana pekerja dipersiapkan secara finansial agar mampu mencicil rumah sesuai kemampuan daya beli.
Aditya Warman meminta DPP APINDO Kaltim menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan program ini, untuk kesejahteraan para pekerja di Kalimantan Timur.
Menurut Aditya, Kalimantan Timur memiliki daya dukung ekonomi yang besar untuk menyerap program MLT. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), serta geliat industri migas, tambang, dan perkebunan, pekerja di Kaltim relatif mampu membeli rumah, baik subsidi maupun non-subsidi.
Karena itu, ia berharap Apindo Kaltim bersama BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi model percontohan nasional. “Kalau di sini sukses, saya yakin daerah lain akan meniru. Intinya, ini jalan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja lewat kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.

Apindo Kaltim Sambut Baik
Ketua Apindo Kaltim, Dr Abriantinus, SH, MA menyatakan sangat mengapresiasi program ini serta siap memfasilitasi, dan akan segera membuka pendaftaran bagi para pekerja yang berminat. Silakan menghubungi Sekretariat DPP APINDO Kaltim. Bagi yang berminat bisa menghubungi kontak person Staff Sekretariat DPP APINDO Kaltim melalui nomor: 0812 5854 0880 (Lina).
Dalam mewujudkan program ini DPP APINDO Kaltim akan bekerjasama dengan developer anggota APINDO Kaltim.
“Melalui program ini, diharapkan para pekerja lebih tenang dalam bekerja karena kebutuhan papan mereka terpenuhi. Sehingga produktivitasnya juga bisa meningkat,” katanya. (*)
