Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.24)

APINDOKALTIM.COM – Menjalani kegiatan wirausaha dan pelaku UMKM, faktor usaha bukanlah sebuah halangan dan kendala. Ini dibuktikan Yulia Hertaty, perempuan setengah baya, owner produk “Bauntung”.

Dilabeli nama khas daerah yang berarti beruntung ini, perempuan yang pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Balikpapan, sejak tahun 2000 mengawali usahanya dengan produk telur asin dan telur pindang. “Kala itu, saya memasarkannya tidak hanya di Balikpapan, tapi hingga ke Samarinda. Misalnya, di sepanjang warung panjang di kawasan Bukit Soeharto, semua telur asin produksi kami,” ujarnya.

Belakangan, Yulia juga mulai memperluas produksi, dengan membuat aneka produk keripik, seperti keripik pisang tanduk, keripik peyek dan keripik kentang balado dan keripik tempe.

“Produk kami bisa ditemukan di sejumlah toko dan pusat belanja, termasuk di Penta City, Hypermart, Gajah Mada, Transmart, Plaza Balikpapan, hingga Samarinda dan Palangka Raya. Kami juga menaruh produk di pusat oleh-oleh di depan Bandara Internasional Sepinggan,” tuturnya.

Disebut Bauntung, karena sebelumnya saat mendaftarkan ke HAKI, produk yang diberi nama Cinta dan lainnnya, ternyata tidak lolos. “Akhirnya kami pakai nama Bauntung, yang kini justru hoki buat dirinya,” ujar Yulia.

Merintis usaha lebih dari 25 tahun, diakui Yulia dilaluinya dengan Ikhlas. Dia juga memproduksi Bauntung di kediamannya di kawasan Jalan A Yani Rt 22 Nomor 42 Karang Rejo atau Karang Jawa Luar Balikpapan Tengah. “Izin produk kami juga sudah lengkap dan saat ini pemasarannya juga via media sosial whatshapp, termasuk kami antar langsung jika ada pesanan dari konsumen,” ucap Yulia yang bergabung di Forum UMKM Balikpapan Tengah.

Produk Bauntung sendiri sering diajak ikut pameran di sejumlah event di Balikpapan. “Keripik dan Telor asin kami umumnya laku keras di ajang bazaar dan pameran. Dimana kami bisa memproduksi hingga 80 bungkus dalam sebulan untuk Keripik Pisang Tanduk, juga keripiki tempe dan peyek. Kadang-kadang sampai kewalahan juga dengan ramainya pesanan,” pungkas Yulia.

Dia berharap, kedepan bisa disupport modal finansial, khususnya untuk memperbaiki kemasan, sehingga lebih bagus dan menarik. Sehingga, kedepan produk Bauntung bisa dijadikan souvenir dan oleh-oleh khas Balikpapan.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *