Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.23)
APINDOKALTIM.COM – Sebagian besar pelaku UMKM didominasi kaum Perempuan. Tapi Febriyanto dan Hezky adalah pengecualiannya. Dua anak muda tangguh Kota Balikpapan ini, tidak hanya sukses dengan produk andalan “Mantau Bucin (Bulat dan Licin) Bawang Dayak”, tapi juga aktivitas bisnis sampingan yang mampu menghasilkan “cuan” lebih dalam menopang kehidupan.
Menurut Hezky, di awal tahun 2020 dia mengikuti pelatihan roti dan kue. Dari situ muncul ide untuk menghasilkan uang, setelah dia memilih berhenti dari pekerjaan sebelumnya di bidang tambang batubara. “Inspirasi muncul dari seorang kawan di Samarinda yang sukses di bisnis bakery. Lalu saya ikut pelatihan di BLK Sepinggan Balikpapan hampir sebulan, saat pandemi covid-19. Saya tetap semangat dan mendapatkan satu resep membuat Mantau. Setelah beberapa kali ujicoba, akhirnya jadilah produk Mantau Bucin, yang berbeda dengan Mantau yang sudah ada di Balikpapan,” ujarnya.
Mantau Butin disebutnya lebih ringan, dalamnya lembut dan luarnya crancy. Nama Bucin (Bulat dan Licin), kata Hezky, sangat ikonik dengan tambahan Bawang Dayak, yang merupakan kearifan lokal. Sehingga, saat konsumen membeli Mantau Bucin, yang didapat bukan hanya produknya yang khas, tapi juga manfaat kesehatan dari bawang Dayak. “Warna Mantau lebih terlihat pink karena saat adonan dibuat, ada campuran khusus bawang Dayak di dalamnya,” beber Hezky, dengan beragam cocolan seperti lada hitam, butter cream, coklat dan lainnya.
Febriyanto menambahkan, tambahan bawang Dayak bukan kebetulan. Kala itu, ada lomba kreasi Mantau yang digelar perbankan di Balikpapan, yang dihelat di Pentacity tahun 2023. “Lalu kami mencoba rempah bawang Dayak yang dibuat menyatu dalam adonan Mantau. Alhamdulillah, kami sukses meraih juara ketiga kala itu,” ujarnya.
Febry dan Hezky yang juga menjadi pengurus ekonomi kreatif yang kini bergabung di Dinas Pariwisata menyebut, produk yang mereka buat memang harus memiliki nilai tambah sebuah ide kreatifitas dan memiliki warisan budaya.
Mantau Bucin sendiri saat ini bisa ditemukan di Bandara Internasional Sepinggan, di pusat oleh-oleh Kalimantan di depan bandara, di Maxi Lux, Yova, Gajah Mada, toko-toko frozen dan lainnya, dengan outlet khusus di Gedung Parkir Klandasan Kios A1. “Rata-rata kami memproduksi lebih dari 500 pcs dan bahkan bisa lebih jika permintaan di sejumlah tempat yang kami titipi berjualan Mantau Bucin habis tiap harinya, karena banyaknya permintaan dari luar kota,” ucap Hezki.
Yang membanggakan, Mantau Bucin tanggal 1 -6 Juni 2025 diikutkan dalam pameran di Surabaya saat pertemuan 98 wali kota se-Indonesia, dimana Mantau Bucin menjadi satu-satunya produk UMKM yang mewakili Kota Balikpapan kala itu. Sementara pada peringatan Hut RI tahun 2023, Mantau Bucin menjadi sajian khusus tamu VIP, termasuk di perayaan Hut Kota Balikpapan dan sajian pejabat Balikpapan.
Kedepan lanjut Febry, mereka juga merilis sebuah produk baru turunan dari Mantau Bucin, yang dilabeli nama “Mantau Crot”, yang isinya keju lumer dan dikonsumsi dengan sambal Thailand.
Mantau Bucin tahan 7 hari di suhu ruang dan 1 bulan kalau ditaruh di show case, serta 8 bulan jika di frozen atau freeze. “Semua perizinan kami sudah lengkap mereka miliki, mulai NIB. P.Irt, Sertifikasi Halal, HAKI dan sedang menuju perizinan BPOM. Karena, kami ingin Mantau Bucin bisa masuk ke pasar ekspor, dengan pola masaknya bisa dipanggang, dengan daya tahan bisa sampai 1 tahun, dimana Mantau Bucin dan Mantau Crot akan dibuat dengan tiga varian rasa, yakni Sapi Lada Hitam, Kepiting dan Butter Cream,” sebutnya.
Hezky yang juga berprofesi sebagai Master of Ceremony (MC) berbagai event dan bergabung di MC Hits Kaltim, khususnya event wedding, mengaku sudah mengantongi sertifikasi Mc jenjang tiga tahun 2024, yang dikeluarkan asesor pembawa acara TVRI pusat.
Sementara Febry yang berbasik kesehatan, saat ini lagi proses uji kompetensi pendampingan untuk BPOM dan sehari-hari juga terlibat membantu keluarga di bisnis supplier.
“Kami juga main di bisnis Crypto atau mata uang digital, yang sekarang lagi tren di masyarakat, khususnya generasi muda. Meski high risk atau ada resikonya, tapi hasilnya lumayan tinggi juga,” ujar Hezky yang juga punya bisnis sampingan di bidang property yang menawarkan lahan, rumah dan beragam property lainnya di Balikpapan.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
