APINDOKALTIM.COM – Tidak banyak anak muda di Kaltim utamanya di Balikpapan, yang sukses mengembangkan jaringan bisnis hingga ke level nasional. Selain itu, geliat usaha yang ditekuni juga menarik, karena berhasil memberikan kepuasan pelayanan kegiatan untuk dua Presiden Republik Indonesia.
Fakta ini yang terungkap, saat Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Balikpapan, Adam Dustin Bhakti hadir sebagai narasumber di Program Podcast Apindo Kaltim Channel, belum lama ini.
Lewat bisnis jasa event organizer yang dirintisnya sejak enam tahun lalu, Adam Dustin mampu membuktikan, bahwa anak muda Kaltim utamanya Balikpapan, juga bisa berkiprah lebih maju, setara dengan para pebisnis besar di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia.
Adam memang sekira setahun memimpin BPC Himpi Balikpapan. Organisasi para pengusaha muda di Kota Minyak. Namun gebrakan dan program nyata Hipmi Balikpapan sejak dipimpinnya, telah membuat gaung Hipmi juga meluas hingga ke level nasional.
Meski begitu, Adam mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dalam mendukung pembangunan ekonomi Kaltim, utamanya IKN Nusantara. “Hipmi wajib melakukan sinergi dan kolaborasi dengan semua stake holders, utamanya dengan Apindo dan Kadin, yang kita tahu banyak beranggotakan para pengusaha dan tokoh pengusaha senior di Balikpapan,” ucapnya.
Sejak dilantik menjadi Ketua BPC Hipmi Balikpapan setahun lalu, terang Adam, dia mencanangkan tiga program. Yakni, eduksi, membangun relasi dan aksi. “Fokus kami memang di pelaku UMKM dan pengusaha yang usianya di bawah 35 tahun, dengan fokus ke anak muda dan UMKM,” kata Adam.
Salah satunya, tegas Adam, adalah launching 1.000 pengusaha baru, dengan target mahasiswa dan mahasiswa baru di berbagai kampus perguruan tinggi di Balikpapan. Hipmi sudah meneken nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan 7-8 kampus di Balikpapan, untuk merealisasikan program ini. “Kami yakin, untuk menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda dari kalangan mahasiswa-mahasiswa ini yang akan menjadi ujung tombak. Saat di 2045, merekalah yang akan masuk di usia matang menjadi pengusaha tangguh,” sebutnya.
Pihaknya juga merilis program “Hipmove” atau Hipmi Moveman, dimana Hipmi sebagai simbol penggerak UMKM. “Kami sudah berdiskusi dengan Dispora, yang memiliki data UMKM resto, kafe, F&B dan sejenisnya, 90 persen diisi anak muda yang bergerak di usaha itu,” tuturnya.
MELAYANI DUA PRESIDEN
Menyinggung tentang bisnis pribadinya, Adam menyebut, sebagai pelaku usaha “perintis”, sejak 6 tahun lalu merintis usaha event organizer (EO) di Balikpapan. Lalu, ada momentum peresmian tol Balikpapan – Samarinda, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, dimana Presiden saat ini Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan (Menhan). “Saat itu, selain peresmian tol, juga untuk melihat titik nol IKN Nusantara,” paparnya.
Peresmian tol Balikpapan – Samarinda (Balsam), disebut Adam menjadi event kenegaraan pertama yang dia tangani. “Ceritanya, H-7 EO Jakarta ada trouble dan tidak melanjutkan Kerjasama dengan Jasa Marga dan Kementerian PUPR selaku provider acara. Lalu, kami diminta menangani resmi acara tadi,” ujarnya.
Karena acara resmi kenegaraan, tentu koordinasinya tidak sesederhana menangani kegiatan event biasa. “Saya mesti minum obat sakit kepala berkali-kali, karena sedikit mumet berkoordinasi, apalagi yang diundang adalah Presiden Jokowi dan jajarannya,” sebutnya.
Sebulan kemudian, Adam diminta Wika dan Kementerian PUPR, juga diminta menjadi EO peresmian jembatan Sie Alala Banjarmasin oleh Presiden Jokowi. “Setelah itu, karena dianggap berhasil, saya diminta buka kantor representatif di Jakarta,” kata Adam.
Saat Hut RI ke-80 di Istana Negara, EO Adam juga diminta menangani langsung rangkaian acara tersebut, yang Presidennya sudah dijabat Prabowo Subianto. “Sebagai putra Balikpapan dan Kaltim, alhamdulillah, kami kini menjadi salah EO terbesar di Indonesia,” ucapnya.
Selain EO, Edam juga mengelola bisnis kreatif dan agensi, resto dan kafe. Dia juga mengambil titik MBG (Makan Siang Gratis) program Presiden Prabowo Subianto, untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Dapur kami tidak jauh dari rumah dinas wali kota, menjadi dapur percontohan MBG di luar instansi yang ada di Kaltim,” ucap dia.
Dia berharap, pencapaian yang sudah didapatnya saat ini, dapat menjadi inspirasi para pengusaha muda di Balikpapan dan Kaltim. “Tetap fokus dan semangat, terutama menjaga integritas. Saya percaya, pemuda muda di Balikpapan dan Kaltim punya semangat tinggi, namun mereka tidak punya mimpi yang tinggi. Karena itu, saya selalu mencoba membangkitkan mimpi yang besar. Masalah permodalan adalah nomor kesekian,” lanjut Adam.
Balikpapan dan Kaltim adalah daerah yang kaya sumber daya alam. “Makanya, anak muda di Kaltim mesti selalu membakar semangat dan wajib menjadi bagian Sejarah dengan adanya IKN Nusantara. Kita wajib menjadi symbol perubahan kesehjateraan Indonesia ke depan, untuk menuju Indonesia Emas 2045. Kita wajib menjadi Cahaya Indonesia Emas,” pungkas Adam. (*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
