Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.29)

APINDOKALTIM.COM –  Dua perempuan tangguh dari Forum UMKM Balikpapan Utara, hadir mengisi podcast Apindo Kaltim Channel belum lama ini. Yakni, Syamsiyah, owner Omah Sambal, dengan produk sambal Cuko dan Kacang Bawang, berdiri sejak tahun 2018. Lalu, Melannie Rossa (Ocha), brand PT. Alasdza Jaya Abadi, berdiri sejak tahun 2014 dengan aneka produk es jadul coklat, kue kering, roti coklat, aneka coklat, rujak buah serut dan lainnya.

Menurut Syamsiyah, owner Omah Sambal, awalnya dia ujicoba membuat produk aneka sambal dan sempat “vakum” beberapa saat. Namun, sejak bergabung di Forum UMKM Balikpapan Utara, semangatnya bangkit dan sukses dengan produk olahan sambal yang kini dia pasarkan di sejumlah toko swalayan dan pusat belanja, seperti Maxi, Yova, Gajah Mada hingga di Penajam dan Petung PPU. “Produk andalan kami adalah Sambal Cuko berbahan baku gula merah yang daya tahan 1-3 bulan, yang dikemas sebagai oleh-oleh IKN, dengan rata-rata 300-an botol produksi dalam sebulan. Juga produk kami kacang bawang yang juga dipasarkan di toko swalayan, dimana kami produksi di Km 4 Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan,” ujarnya.

PRODUK JADUL ALADZA

Sementara Melannie Rossa akrab disapa Ocha mengungkapkan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 2014 dinaungi PT Alasdzka Jaya Abadi, yang bermula dari usaha katering rumahan. Namun sejak tiga tahun terakhir, Brand Aladzka fokus dengan aneka makanan dan minuman jadul, yang dimulai dengan es jadul (es potong, es cream, es lilin dan lainnya).

“Lalu muncul juga produk rujak serut yang masuk sejumlah supermarket di Balikpapan dan Samarinda. Saat ini, dengan proses HAKI, kami juga mulai memasarkan produk olahan coklat dengan konsep jadul isi buah dan arum manis, dengan varian coklat isi buah naga, melon, salak dan lainnya berupa selai, tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tutur Ocha.

Dengan kemasan yang dibuat cantik, aneka coklat jadul Alasdzka juga dipasarkan di jumlah pusat oleh-oleh di Balikpapan dan Samarinda, serta Galeri UMKM di Balikpapan dan Samarinda.

“Kendala utama kami saat ini umumnya di SDM dan perputaran modal yang terbatas. Karena itu, upaya kami memperluas jaringan hingga ke Samarinda memerlukan support yang lebih luas dalam meningkatkan penjualan produk,”

ucap Ocha seraya berharap Alasdzka tetap berkembang menjadi produk dengan konsep jadul kekinian yang diminati konsumen di Kalimantan dan nasional.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *