Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.31)

APINDOKALTIM.COM – Menurut Endah, owner Edrusya Snack, awalnya dia membuat keripik bawang. Lalu, timbul idel membuat camilan dengan bahan baku pisang yang dikombinasi coklat. “Awalnya bukan coklat, tapi kombinasi pisang dengan strawberry dan tiramitsu. Namun karena sudah ada produk yang sama, saya akhirnya merilis Banchomer atau Banana Coklat Lumer, sejak akhir tahun  2023,” kata Endah yang juga bergabung di Forum UMKM Balikpapan Selatan.

Dipasarkan di seputaran Balikpapan, hingga keluar Kaltim termasuk di Tanjung Kalsel, Banchomer disebut Endah banyak dititipkan di toko oleh-oleh, Galeri UMKM dan Yova Supermart, Suzana dan sejumlah kafe di Balikpapan.

“Dalam seminggu, saya bisa memproduksi hingga 200 Pcs Banchomer, yang dibuat dengan varian coklat, coklat kacang dan coklat keju.  Sekarang lagi ujicoba dengan varian baru dalam waktu dekat,” ucapnya seraya menyebut, semua perizinan Banchome tergolong lengkap, mulai P-IRT, HAKI dan sertifikasi halal sudah dikantongi pihaknya.

Sebagai UMKM, Endah mengaku persaingan pasar tetap menjadi tantangan bagi dirinya. Dia juga kurang update melakukan pemasaran digital. Meski sudah mengikuti berbagai pelatihan UMKM untuk meningkatkan produktivitas, Endah mengaku juga kesulitan dalam pengadaan kemasan produk yang mesti dipesan dalam jumlah banyak di Jawa.

“Kalau bahan baku pisang dan coklat, tidak terlalu sulit kami dapatkan. Alhamdulillah, produk kami banyak terbantu dengan pemasaran lewat jaringan Amanda Brownies yang punya cabang di empat provinsi di Kalimantan,” paparnya. Banchomer diproduksi di kediamannya di kawasan Batakan Rt 55 (belakang Samsat) Balikpapan.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *