APINDOKALTIM.COM – Guna memperkuat jangkauan pelayanan di wilayah Kaltim utamanya Balikpapan, PT. Shield on Service, Tbk – SOS (A member of ALSOK Group), tidak sekadar membuka kantor cabang di kawasan Sentra Eropa Balikpapan Baru, tapi juga bergabung menjadi member atau anggota DPP Apindo Kaltim.

Perusahaan alih daya atau outsourching yang berkantor pusat di Jakarta ini, menawarkan pelayanan komprehensif di bidang jasa keamanan (security), kebersihan (cleaning servie), parking management, human resources (SDM) dan labour supply, pest management. “Kami menyampaikan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bergabung menjadi member Apindo Kaltim,” kata kata Kepala Cabang PT. SOS, TbK Balikpapan, Samudi Cakra Buana saat menjadi narasumber Podcast Apindo Kaltim Channel, Kamis 5 Februari 2026.

Menurut Samudi, selain di Balikpapan, PT. SOS juga memiliki cabang di Medan, Palembang, Pekanbaru, Batam, Jambi, Lampung, Bandung, Cikarang, Semarang, Surabaya, Bali, Manado dan Makassar, dengan total 14 cabang di Indonesia. PT. SOS berdiri sejak 2004 dan pada 22 Desember 2024 disetujui penggabungan badan usaha PT. SOS dan PT. Alsok Bas Indonesia Security Service. “Jadi, PT SOS saat ini ada di dalam ALSOK Group,” ucap Samudi.

Manajemen PT. SOS, Tbk Balikpapan yang ikut hadir di acara Hut ke-74 APINDO di Hotel Platinum Balikpapan, Senin 2 Februari 2026.

Selama 22 tahun SOS Alsok, terang Samudi, merger yang dilakukan dengan Alsok Group sejak tahun 2023membuat PT SOS makin eksis dan berkembang luas di sebagian besar wilayah Indonesia. “Alsok sendiri merupakan perusahaan dari Jepang, yang terkenal dengan budaya disiplin dan maintenance tenaga kerja yang berkesinambungan. Ini yang jadi penyemangat kami dalam pengembangan usaha di Indonesia termasuk di Balikpapan,” paparnya.

Saat ini, jasa atau pelayanan PT SOS Alsok yang menjadi unggulan, kata Samudi adalah pelayanan terpadu atau IFMS atau pelayanan terintegrasi manajemen secara terpadu, yang sudah satu pintu dan berbasis IT (Information Technology). Misalnya, CCTV yang digunakan dengan fungsi kontrol otomatis, alarm system serta IT berbasis system drone, dimana pengawasan atau patroli sudah diimplementasikan memakai drone untuk sistem pengamanan yang hamparan atau areanya luas (tidak memungkinkan dilakukan secara manual).

“Saat ini ada sekira 30 ribu pegawai yang bergabung di PT. SOS Alsok, Tbk di Indonesia. Khusus di Kalimantan dan Kaltim tercatat sekira 1.500 pegawai, dimana manajemen internal pengelola tercatat ada 500-an orang,” ujarnya.

Khusus di Balikpapan, saat ini PT. SOS tengah menangani proyek smelter di semenanjung Balikpapan, Pelabuhan Semayang, di Kutai Kertanegara (proyek Foresty), Kutai Timur (kelapa sawit) dan Kutai Barat. “Pasar wilayah Kaltim sangat potensial ditambah adanya IKN dimana Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN, maka potensinya besar dimana view Kaltim dengan IKN menjadi prospektif bagi PT.SOS,” beber Samudi.

Disinggung ketatnya kompetisi di bisnis ini, Samudi mengakui persaingan di bisnis global memang sangat ketat. Namun, PT. SOS tidak kehilangan arah dan tetap di jalurnya, dengan meningkatkan pelayanan secara berkesinambungan, termasuk development kualitas tenaga kerja yang disediakan. “Kuncinya bukan hanya di masalah harga, tapi juga standar pelayanan (SLA) yang dituangkan dalam SOP dan disepakati dua belah pihak, antara kami dengan klien, sehingga semua merasa puas,” tegasnya.

Ditanya alasan bergabung menjadi member Apindo Kaltim, dia menegaskan untuk memperluas pasar, khususnya bagi perusahaan anggota Apindo Kaltim yang ingin bekerjasama dengan pihaknya. “Sebagai organisasi wadah usaha, kami percaya bahwa anggota Apindo memiliki bidang usaha yang berbeda-beda. Kami hadir tidak hanya saling melengkapi, tapi sesuai jasa yang ada, siap jika ada perusahaan member Apindo yang ingin bekerjasama,” tutupnya.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *