Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.30)

APINDOKALTIM.COM –  Sebagian pelaku UMKM yang mengisi program podcast APINDO Kaltim channel hadir dengan produk aneka sambal. Salah satunya, Ajeng Alifia Widyawati, dengan  brand Doyan Sambel Balikpapan.

Perempuan muda yang memproduksi aneka olahan sambal ini, bergabung di Forum UMKM Balikpapan Utara. “Saya memang baru memulai usaha sejak April 2025, karena hobi memasak. Sejak resign dari pekerjaan, saya mulai serius menekuni usaha produksi aneka sambal semacam ini,” kata Ajeng yang memproduksi aneka sambal di kawasan Batu Ampar Balikpapan Utara.

Ada tujuh varian sambal yang dia buat. Mulai sambal cumi, ikan, ayam, teri Medan dan sambal mattah, dengan perizinan yang serba lengkap, mulai sertifikasi halal, P-IRT dan sedang proses SNI.

“Saat ini, produk sambal saya yang awalnya dipasarkan di toko-toko sayuran, sudah masuk toko swalayan, mulai Maxi Lux, Yova Gunung Malang dan lainnya, dengan ketahanan produk hingga 1-2 bulan,” paparnya.

Sambal Baby Cumi yang menjadi best seller, diakui Ajeng terkadang kesulitan mendapatkan cumi di pasaran. “Saya bisa membuat 7-8 kg sambal cumi per dua minggu atau lebih dari 100-an botol sambal baby cumi, tidak termasuk sambal jenis lain seperti sambal Mandai,” ujar perempuan berhijab yang pernah bekerja di bidang distributor atau logistik.

Sejauh ini, Ajeng mengaku pengalaman bekerja di jalur distribusi, tidak terlalu  kesulitan dalam memasarkan produknya. “Kendala kami memang di tenaga SDM saat memasarkan produk.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *