Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.32)
APINDOKALTIM.COM – Berbeda dengan sebagian besar UMKM di Balikpapan, Evy Kurniasari, akrab disapa Maknyak Aravio juga terlibat dalam pengelola Galeri UMKM Provinsi Kaltim, yang berlokasi di depan Bandara Internasional Aji Muhammad Sultan Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
“Saya juga UMKM dengan produk Sale Crispy dan alhamdulillah juga dipercaya untuk membantu mengelola galeri UMKM Kaltim,”kata Evy Kurniasari saat mengisi Podcast Apindo Kaltim Channel, Kamis (6/11).
Berawal dari produk makanan basah, Evy Kurniasari akrab disapa Maknyak Aravio, sejak bergabung di Forum UMKM Balikpapan Selatan, juga mampu membuat produk cemilan Sale Crispy, 1,5 tahun lalu. Karena sering membawa beragam produk UMKM untuk ikut pameran, dia melihat cukup besar peluang pasar untuk produk kering. “Lalu, saya mencoba mengeluarkan produk sale crispy ini, dengan pemasarannnya di Balikpapan hingga ke Kalimantan Barat,” ujarnya.
Di Balikpapan, produk sale crispy dapat ditemui di gerai Amanda, toko oleh-oleh dan sebagian di frozen food, termasuk di galeri UMKM Kaltim. “Produk saya juga sudah memiliki sertifikasi halal dan P-IRT, dengan komposisi bahan baku terbaik mulai pisang, tepung terigu dan minyak goreng, serta dipasarkan dengan kemasan khas,” ucap Evy yang bermukim di kawasan Perum Pondok Bukit Lestari Blok A3 No.12
Untuk Galeri UMKM Kaltim, terang Maknyak, saat ini diisi 153 produk UMKM se-Kaltim. “Yang dititipkan bukan hanya produk kuliner, tapi juga produk wastra, fashion, farfum dan lainnya,” ucap dia.
Semua UMKM di Kaltim bisa menitipkan produknya di tempat ini. Namun, ada proses dan tahapan yang mesti dilewati. “Sebagian besar produk memang berasal dari Balikpapan, tapi juga ada dari kabupaten – kota lain di Kaltim. Misalnya, produk brownies mangrove, amplang bawis, termasuk batik dan Eco Print. Sementara ada coklat dari Long Aneh Kukar, termasuk parfum dari Samarinda,” sebutnya.
Galeri UMKM Kaltim yang mulai dibuka sejak 1 Agustus 2025 lalu, dibangun di sebuah gedung berlantai empat. Dimana tiga lantai didominasi produk UMKM. Seperti lantai I untuk produk kuliner, herbal dan souvenir, dengan sekira 400-an produk UMKM yang ditampilkan. Sementara di lantai 2 dan 3 diisi puluhan produk aneka wastra, seperti kain batik, sendal dan Sepatu serta aneka produk fashion. Sementara lantai 4 digunakan untuk kegiatan atau acara. “Bulan lalu, kami kedatangan tamu anak-anak sekolah dari Samarinda, mereka menggunakan tiga bus dan mengunjungi galeri UMKM. Banyak tamu dari luar Kaltim, saat selesai acara besar, selalu mampir ke galeri sebelum mereka kembali ke daerahnya masing-masing,” sebut Evy.
Galery UMKM Kaltim lanjut Evy, buka setiap hari dari jam 09.00 pagi hingga jam 21.00 Wita (malam). “Warga Balikpapan juga mulai banyak yang datang ke tempat kami, karena galeri memang baru buka tiga bulan terakhir,” paparnya.
Pekerjaan Rumah (PR) bagi Galeri UMKM adalah mengkampanyekan lokasi ini sebagai tempat tujuan baru untuk berbelanja dan wisata aneka produk UMKM se-Kaltim. “Tidak semua produk dibandrol dengan harga mahal di galeri. Kini, semakin banyak warga Kaltim yang sudah tahu adanya galeri UMKM Kaltim.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
