Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.33)
APINDOKALTIM.COM – Ada beragam produk cemilan yang dibuat UMKM di Balikpapan. Tapi, cemilan khas Tempe Koin Nazz diproduksi berbeda. Hadir dengan kemasan menarik, tempe koin Nazz dibuat Farida, yang bergabung di Forum UMKM Balikpapan Utara.
Dia memulai usaha tempe koin sejak tahun 2021, yang awalnya hanya usaha rumahan. “Setelah kami mendapatkan pendampingan mahasiswa wirausaha, kami lalu memproduksi tempe koin, dengan beragam varian. Mulai original, bawang Dayak/tiwai, pedas, kepiting dan daun kelor,” ujar Farida.
Membuat produksi di kawasan LKMD (belakang UNTRI), Farida percaya diri dengan Tempe Koin buatannya. “Tempenya memang berbentuk koin, dimana produk kami juga sudah mengantongi izin halal, SNI, HAKI dan P-IRT, “sebutnya dengan mengambil nama anak Nazz sebagai brand produk.
Dalam seminggu, lanjutnya, dia bisa memproduksi 5 kg atau 50 Pcs tempe koin. Sebagian konsumen juga memesan produknya tidak dalam kemasan khusus 100 gram, tapi sampai 1-2 kg untuk dibawa sebagai oleh-oleh.
Sebagian besar produknya dipasarkan melalui outlet atau cabang Amanda Brownies di Kalimantan, stand PAMA di bandara, serta galeri UMKM di depan Bandara Sepinggan. “Juga ramai dipasarkan di kantin-kantin, seperti di kantin KPS dan kantin Kartika, termasuk di kantin rumah sakit,” sebutnya.
Dia juga memasarkan produk secara online, sosial media, baik melalui Instagram maupun facebook. Tempe koin juga sering diajak pameran di luar Balikpapan, seperti di Bali dan lainnya.
Ditanya soal kendala yang dihadapi, dia menyebut mengolah tempe koin memang memerlukan keterampilan khusus, karena tempe yang dipesan dari perajin tempe di Balikpapan Barat, tidak selamanya bisa langsung dibuat tempe koin. “Kami memang masih memproduksi secara manual. Harapannya, tempe koin bisa dipasarkan secara nasional, karena produk kami juga sudah banyak dipesan konsumen dari berbagai daerah di Indonesai,” ucapnya.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
