APINDOKALTIM.COM – Memulai usaha dari tahun 2019, ibu rumah pelaku UMKM dari Forum UMKM Balikpapan Timur ini, awalnya sekadar kegiatan hobi memasak bersama tetangga. Ketika masuk di perayaan Hari Raya Idul Adha, Susi Susana, owner produk Roti Maryam SS, mencoba “open order” untuk melayani konsumen. “Ternyata ada peminatnya dan pesanan mulai meningkat sejak saat itu. Yang kami buat, tidak lagi khusus di perayaan Idul Adha, tapi di hari biasa juga sering ada pesanan,” kata Susi Susana yang hadir mengisi program Podcast Apindo Kaltim Channel bersama UMKM Balikpapan, Selasa 9 September 2025.

Susi mengungkapkan, Roti Maryam yang biasa dikenal sebagai salah satu produk kuliner yang diadopsi dari timur tengah dan di Balikpapan sering hadir melengkapi menu suguhan acara resepsi pernikahan dan acara tertentu seperti ulang tahun dan lainnya, kini bisa dinikmati konsumen kapan saja.

Apalagi sejak dirinya bergabung di Forum UMKM Balikpapan Timur dan dinaungi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan, produk Roti Maryam buatannya juga dikemas lebih bagus dan pasarkan secara online dan ofline. “Saya juga makin percaya diri, selain berjualan di rumah, juga menitipkan Roti Maryam SS ke sejumlah toko frozen di Balikpapan, karena produk ini bisa tahan hingga 6 bulan – 1 jika di frozen,” ujarnya.

Susi yang tiap hari minggu berjualan di Pasar Pringgodani menyebut, untuk menikmati langsung Roti Maryam, biasanya ditambahkan bumbu kare ayam atau sapi. “Biasanya roti saya panggang di tempat, lalu disuguhkan dengan kare ayam dan acar,” ucapnya.

Roti Maryam sendiri dibuat dengan dua varian. Yakni, original dan coklat (versi manis), menyesuaikan keinginan konsumen. Karena selera konsumen juga berbeda-beda. “Kedepan, saya ingin menambah varian roti ini, misalnya varian keju, strawberry,  pandan dan lainnya,” tutur Susi.

Perempuan yang hobi masak saja sejak remaja ini menyebut, tiap hari dia biasa membuat bahan roti Maryam  5 kg. Namun, jumlahnya bisa tembus hingga 15 – 20 kg saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Membuat Roti Maryam, tambah Susi, memang agak berbeda, karena prosesnya tidak sebentar.

“Saya berharap, Roti Maryam kedepannya tidak hanya dipasarkan di Balikpapan dan Kaltim saja, tapi bisa juga merambah luar Kaltim. “Kendalanya, memang saya belum faham betul proses pengirimannya keluar daerah. Namun untuk oleh-oleh, produk saya sudah sampai dibawa hingga ke Papua, karena dibeli konsumen langsung di Balikpapan,” ujar Susi yang tinggal di Perumahan Berjaya Manggar Balikpapan Timur.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *