APINDOKALTIM.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi mengirimkan delegasinya ke Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke-34 yang digelar di Bandung, Jawa Barat pada 4–6 Agustus 2025.
Delegasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Kaltim, Dr. Abriantinus S.H,M.A, didampingi Bendahara DPP APINDO Kaltim, Herjhon Song Hadinata, serta sejumlah delegasi peninjau lainnya.
Dengan mengusung semangat “Indonesia Incorporated Menuju Indonesia Emas 2045”, forum tahunan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran dunia usaha sebagai mitra aktif pemerintah. APINDO Kaltim tak ingin hanya menjadi penggembira.
Lewat keikutsertaan ini, Abriantinus menegaskan bahwa pihaknya akan membawa langsung suara dan aspirasi para pelaku usaha dari Benua Etam.
“Kami ingin memastikan bahwa persoalan dan harapan pengusaha daerah, khususnya terkait kemudahan berusaha di Kaltim, akan kami suarakan dalam Rakerkonas,” ujar Abriantinus sebelum bertolak ke Bandung.
Rakerkonas kali ini digelar dalam suasana yang penuh tantangan. Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menyebut ketidakpastian ekonomi nasional kian nyata. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya menyentuh 4,87%, dengan konsumsi rumah tangga stagnan di 4,89%.
Kontraksi belanja pemerintah dan lesunya sektor manufaktur turut menekan pelaku usaha, apalagi ditambah dengan tantangan eksternal seperti perang tarif global dan krisis rantai pasok.
Namun di tengah tekanan tersebut, APINDO melihat secercah harapan. Investasi pada triwulan II naik menjadi Rp477,7 triliun dan menyerap lebih dari 1,2 juta tenaga kerja. Pemerataan investasi antara Jawa dan luar Jawa juga menunjukkan tren positif bagi daerah seperti Kalimantan Timur.
“Kami ingin mendorong agar perhatian dan insentif dari pusat tidak hanya berpusat di Jawa. Daerah seperti Kaltim juga butuh dukungan konkret dalam bentuk regulasi, fiskal, hingga kemudahan ekspor,” imbuh Herjhon Song.
Dalam forum ini, APINDO nasional juga menyoroti berbagai usulan kebijakan penting, mulai dari pembebasan PPN untuk jasa subkontrak, percepatan restitusi PPN, insentif sektor padat karya, hingga penguatan energi terbarukan lewat PLTS atap. Semua usulan itu bertujuan menjaga likuiditas usaha dan mencegah gelombang PHK.
Abriantinus berharap, partisipasi APINDO Kaltim di Rakerkonas bisa mempertegas posisi strategis daerah dalam membangun Indonesia Emas 2045.
“Kami tidak ingin hanya jadi penonton. Sudah saatnya suara daerah didengar dan dijadikan bagian penting dari roadmap pembangunan nasional,” pungkasnya.
Rakerkonas APINDO 2025 bukan sekadar ajang tahunan, tapi forum konsolidasi pelaku usaha nasional yang siap menghadapi perubahan zaman dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah dinamika global yang kian kompleks.
