APINDOKALTIM.COM – Balikpapan memiliki pelaku UMKM andal dan produknya kini sudah mampu bersaing di level nasional dan mancanegara. Salah satunya diproduksi Sri Maharani,  anggota Forum UMKM Balikpapan Timur.

Sri Maharani, pemilik sejumkah produk makanan olahan berlabel Ma’ge Food dan beragam produk lainnya, seperti kerupuk, aneka asinan dan Mantau Balikpapan. Menurut Sri, awal berdirinya Ma’ge Food dinamai “Masagena Food”. Namun, saat proses perizinan dari PIRT, NIB dan lainnya,  dia terkendala di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Karena nama Masagena Food sudah digunakan oleh pelaku UMKM di Makassar. Lalu, lahir lah nama “Ma’ge Food”.

“Saya mulai menekuni usaha ini sejak tahun 2022 setelah pandemi Covid – 19. Saya hijrah ke Balikpapan tahun 2019 dan kala itu belum terpikir untuk membuka usaha apa. Namun,  berkawan di para pelaku UMKM di Balikpapan Timur, saya juga tertarik untuk bergabung membuka usaha, karena peluangnya ada dan menghasilkan omset untuk peningkatan ekonomi keluarga,” ucap Sri.

Awal produksi, kata Sri, dia membuat dua produk. Yakni, kerupuk ketan keju dan asinan buah. Seiring waktu, dia bergabung di Forum UMKM Baltim dan binaan Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan.

Saya juga diajak mengikuti kursus dan pelatihan. Salah satunya dari PT.PHM untuk membuat produk makanan Mantau Balikpapan di program Dapur Career,” tuturnya.

Untuk label halal, PIRT dan NIB sudah didapat untuk produk Kerupuk Ketan Keju dan Asinan. Sedangkan produk Mantau Balikpapan, masih dalam proses pengurusan izin label halal. “Produk saya sudah banyak dijumpai di Yova Supermart, Koperasi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Minimarket Gajah Mada, Toko Oleh-Oleh Mantau Sepinggan, Mentari dan Borneo Shop.” terang Sri.

Produk yang sudah dikemas bagus ini, umumnya sekali stok di supermarket dan pusat oleh-oleh sebanyak 30 – 50 Pcs. “Sudah ada ribuan produk kerupuk dan asinan yang kami produksi. Kemungkinan besar produk Ma’ge Food juga sudah banyak dibawa pembeli ke luar Balikpapan dan mancanegara,” imbuhnya seraya menyebut, aneka produknya juga sering diikutkan dalam berbagai event dan bazaar UMKM.

Sri yang juga juga bergabung di organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim ini mengaku, awalnya tidak hobi memasak. Namun, karena pergaulanan dengan sesama pelaku UMKM Balikpapan, dia akhirnya tertarik dan sukses membuat produksi sendiri, utamanya produk kerupuk Ketan Keju.

Kerupuk Ketan Keju, dibuat karena melihat di Balikpapan sudah banyak beredar produk oleh-oleh seperti amplang dan lainnya. “Saya mencoba membuat produk kerupuk Ketan Keju dan dikemas bagus. Hasilnya juga diminati konsumen dan pelanggan, sehingga ada banyak alternatifr pilihan untuk oleh-oleh dari Balikpapan” ucap perempuan berhijab ini yang bermukim di Manggar – Balikpapan Timur.

Kedepan, lanjut Sri, dia ingin mengembangkan produk yang sudah dibuat. Misalnya, untuk kerupuk Ketan Keju, akan dibuat dengan varian lain. Seperti Kerupuk Buah Naga dan lainnya. Atas semua pencapaiannya ini, dia bersukur dapat membantu ekonomi keluarga.

“Selama ini, permodalan memang dari kami sendiri, dengan support suami yang bekerja di sektor swasta. Tentu, saya ingin memperluas pengembangan produk, apalagi belakangan sering diajak mengikuti pelatihan dari Bank Indonesia, CIMB Bank Niaga dan lainnya,” pungkasnya.(*)

Penulis / Editor : Rudi R.Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *