APINDOKALTIM.COM – Ketua Forum UMKM Balikpapan Timur dan Ketua UMKM Mawar Merah, Rita Erna selain aktif di organisasi juga memiliki brand produk yang dinamai “Sajian Rita”. Rita yang terpilih memimpin organisasi Forum UMKM Balikpapan Timur sejak 6 bulan lalu, mengatakan organisasinya yang beranggotakan sekira 70-orang, kini makin eksis dengan beragam produk UMKM, yang memiliki ciri khas masing-masing. “Kami juga bekerjasama dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan swasta di Balikpapan, baik dalam hal pelatihan maupun pemasaran produk UMKM anggota forum,” ujarnya.

Forum UMKM dinilai Rita sangat positif, utamanya dalam memotivasi ibu-ibu rumah tangga, yang sejatinya memiliki banyak potensi untuk berkembang dan menghasilkan uang tambahan dalam membantu perekonomian keluarga. Karenanya, forum terus mendorong semangat ibu-ibu, agar mengeluarkan semua potensi terbaiknya, sehingga akan terus lahir pelaku UMKM andal dari Balikpapan.

Hanya saja, dia mengakui, belum semua pelaku UMKM dari kalangan ibu rumah tangga, yang dapat segera diajak maju dan berkreatifitas. Utamanya, dalam segi kemasan dan produk yang dibuat. “Sebagai ketua forum, saya seringkali membantu membuat kemasan ulang, karena produk yang dibuat wajib memenuhi standar kemasan yang baik, yang diinginkan perusahaan swasta,” ujarnya.

Kendala utama pelaku UMKM Balikpapan, dinilainya memang dalam hal kemasan, meski sebagian besar sudah naik kelas dan berstandar nasional. “Ini yang terus kami benahi untuk pelaku UMKM anggota forum,” kata Rita.

Sajian Rita, terang dia, awalnya adalah produk makanan olahan sambal kepiting.. Produk yang dikemas bagus ini, juga sudah beberapa kali meraih penghargaan dari berbagai pihak. Saat ini, Rita juga memproduksi produk “Pepes Tuna Daun Singkong Manggar”. Kawasan Manggar Balikpapan Timur, disebut Rita dekat dengan tempat pelelangan ikan (TPI) dan Sebagian besar Masyarakat adalah nelayan. Sehingga, bahan baku ikan, seperti Tuna dan Cakalang, akan banyak dan mudah ditemukan di kawasan ini.

“Kebetulan, saya sering bepergian ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Semarang, yang memiliki ciri khas pepes Bandeng Presto. Lalu, timbul ide serupa untuk membuat pepes Tuna daun singkong Manggar,” tuturnya.

Beragam varian produk pepes tuna ini, juga dikemas bagus dan sukses meraih berbagai penghargaan. Misalnya saat event gebyar UMKM yang berlangsung di Dome Balikpapan belum lama ini. “Ada ribuan Pcs pepes tuna yang kami produksi dibeli oleh konsumen. Kelebihan produk pepes ini, dibuat dalam kondisi dibekukan atau frozen, yang bisa bertahan lama, tapi bisa langsung dinikmati, karena dikemas dalam kondisi sudah matang” paparnya.

Sementara untuk produk sambal, juga banyak variannya. Mulai sambal kepiting khas IKN, sambal kepiting dan sambal tuna. Sedangkan pepes tuna, juga dibuat varian lain berupa suwir tuna.

Awalnya, lanjut Rita, dia memulai usaha dari produk kue dan belakangan melihat potensi besar di produk pepes tuna dan sambal kepitinng. “Kebetulan, saya penyuka ikan khususnya tuna, yang banyak dihasilkan nelayan Balikpapan. Sejak 2015, saya mulai aktif memproduksi produk pepes tuna,” ucap Rita yang juga sudah mengikuti pelatihan ekspor dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Ditanya pemasaran produknya, Rita menyebut selain pusat oleh-oleh Balikpapan, juga dapat ditemukan di Galeri UMKM Balikpapan, di Bandara Sepinggan dan di kediamannya di kawasan Manggar. Produknya juga ada di galeri UMKM sejumlah Perusahaan swasta, seperti PAMA, Reman dan United Traktor. Sebagian besar produk ini, juga sudah jadi langganan dan dipesan oleh perusahaan swasta sebagai cinderamata atau souvenir tamu perusahaan tadi. “Ini jadi kebanggaan kami, karena produk UMKM Balikpapan sudah dibawa para tamu Perusahaan tadi hingga ke mancanegara,” sebutnya.

Bahkan, produknya juga sempat dua kali mengikuti ajang Trade Expo yang digelar Kementerian Perdagangan. “Produk kami sering ikut pameran di Jakarta dan Surabaya.  Ini yang membuat kami bangga dengan produk UMKM Balikpapan, yang sudah naik kelas ke level nasional,” pungkasnya.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *