Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.12)
APINDOKALTIM.COM – Mengusung brand Dapoer Mba Uwe, Norma Septiawati mulai menekuni bisnis UMKM sejak tahun 2020 secara legalitas, namun diawali saat dirinya berhenti bekerja di sebuah perusahaan swasta di Balikpapan tahun 2017.
“Awalnya saya hanya hobi memasak, tapi belakangan makin tertarik untuk terus berinovasi dengan beragam produk makanan yang saya buat. Dimana saat ini, semua produk saya sudah berlabel halal, P.IRT dan ada BPOM, dengan produk Mantau yang diprozenkan,” ujar Norma yang beralamatkan di Jalan Proklamasi Gang Al Amin Perum Bukit Aradiar Blok A1 No 30 rt 97 TPA Manggar.
Menurut Norma, ia memproduksi cukup banyak makanan olahan, termasuk snack box dan nasi kotak. Namun, yang diproduksi khusus dengan kemasan bagus antarlain Brownies Cryspy, Stick Keju dan Mantau.
Kawasan tempat tinggalnya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang menghasilkan “gas methane”, diakuinya justru jadi berkah bagi warga sekitar. Sebab dari Kerjasama Pemkot Balikpapan dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang menjadikan para pelaku UMKM di kawasan ini menjadi binaan PHM melalui program corporate social responsibility (CSR).
Tak hanya itu, “gas methane” juga dimanfaatkan warga 4 RT di TPA Manggar untuk bahan bakar di rumah-rumah tangga, yang berbayar hanya Rp 10 ribu perbulan. “Jauh lebih irit kebutuhan bahan bakar bagi kami dibandingkan membeli gas elpiji tabung. Selain itu, kami ibu-ibu rumah tangga berpikir, daripada kumpul-kumpul hanya buat gossip atau ghibah, lebih baik berbuat sesuatu yang menghasilkan cuan dan menambah ekonomi keluarga,” ujarnya.
Norma mengakui, kemasan produknya jadi menarik dan bagus, karena banyak dibantu melalui UMKM binaan PHM. Bahkan, dengan produk ini diyakini sudah layak dan berstandar ekspor. “Produk kami sudah banyak dipasarkan di sejumlah outlet. Seperti di Amanda Brownies di Samarinda, Balikpapan, Palangka Raya dan Grogot dan dalam waktu dekat juga masuk ke Tenggarong Kukar dan Bandung Jawa Barat. Produk saya juga ada di Toko Suzana KLandasan, Pusat Oleh-oleh dan Galeri UMKM depan Bandara Insternasional Sepinggan,” tutur Norma yang juga Ketua Forum UMKM Berkah GA – ME (Gas Mehtane) Manggar dan juga Wakil Ketua Forum UMKM Balikpapan Timur ini.
Di Forum UMKM Berkah GA – ME ini, Norma tidak sekadar membina anggota untuk meningkatkan kualtas produk dan kemasan, tapi juga mengajari pelaku UMKM terkait proses perizinan, mulai akte notaris, pelaporan keuangan dan lainnya. Berangotakan 10 orang, pelaku binaaan UMKM Berkah, mampu memproduksi masing-masing dua tiga produk unggulan.
“Sebagian besar produk UMKM binaan kami sudah banyak dipesan pihak PHM untuk kegiatan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kami juga memanfaatkan pemasaran digital marketing lewat shoppee, Tik Tok Instagram dan media sosial online lainnya, selain secara ofline atau manual” ucap Norma yang merupakan mantan karyawan Koperasi Kilang Mandiri Pertamina Balikpapan dan sempat bekerja di kantor akuntan publik.
Terkait untuk produk Mantau Frozen, dia menuturkan mantau ini akan tahan 6 bulan jika di dalam prezer. Mantau juga dibuat original dan ditambah isian terpisah, seperti lada hitam dan lainnya.
Saat ini lanjut Norma, bersama organisasi IWAPI dia juga sudah mengikuti proses pelatihan ekspor bersama BSN (Badan Standarisasi Nasional), dimana produk Mantau sudah sampai ke Afrika. “Kami bangga dengan produk UMKM Balikpapan, yang kualitas dan kemasannya kini bisa bersaing dengan produk UMKM lainnya di Indonesia. Apalagi infonya, pihak PHM akan kedatangan tamu dari 7 negara ke Balikpapan dan akan diajak meninjau TPA Manggar. Makanya, kami wajib menampilkan produk terbaik UMKM Balikpapan,” tuturnya seraya optimis bahwa UMKM Balikpapan akan tampil berkelas.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
