Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.14)
APINDOKALTIM.COM –UMKM yang tergabung di Forum Gerak Semangat Joang Balikpapan Utara ternyata tidak kalah dengan UMKM lain di Balikpapan. Hal ini diungkapkan Riswah Yuni, akrab disapa Yuni, founder & owner CakeSalakilo saat hadir sebagai tamu di Program Podcast Apindo Kaltim Channel, Rabu 17 September 2025.
Yuni saat ini konsen pada pengelolahan buah salak sebagai penganan khas Balikpapan, yang cocok dijadikan oleh-oleh, termasuk oleh-oleh IKN Nusantara. “Saat ini saya juga konsen untuk pendampingan UMKM dan memberikan pelatihan dan pendampingan perizinan bagi anggota ,” kata Yuni, Ketua Forum Gerak Semangat Joang Balikpapan Utara.
Ia menyebut, saat ini memang banyak UMKM yang belum aware pada perizinan, kemasan dan lainnya. Di Balikpapan utara, yang sudah sudah bergabung ada 400-an UMKM dan yang benar-benar aktif ingin maju ikut pelatihan dan pameran ada 200-an UMKM, dimana 70 persennya perempuan dan sisanya laki-laki. Hampir 70 persen anggota forum UMKM ini bergerak di bisnis kuliner, sisanya ada di produk kerajinan (kriya), fashion dan lainnya.
Mengapa lebih banyak perempuan?, Karena sebagian besar isteri ingin membantu untuk meningkatkan perekonomian keluarga. “Ibu rumah tangga memulainya dari dapur dan membuar produk UMKM untuk dipasarkan. Apalagi, kondisi saat ini para UMKM wajib melek digital, dimana penjualan secara online dan ofline. Di sisi lain, produk UMKM juga wajib mengantongi berbagai perizinan, sehingga kehadiran forum dirasakan manfaatnya oleh anggota,” ujarnya.
Terkait produk CakeSalakilo, Yuni mengungkapkan, dia memulai usahanya sejak tahun 2012 atau 13 tahun lalu, dengan produk awal cake salak. Dipilihnya Salak, karena di Balikpapan tergolong banyak, meski dari sisi rasa buah sedikit asam. “Lalu muncul ide membua cake salak yang disukai banyak kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya.
Tahun 2012, Cakesalakilo meraih juara I Festival Panganan Khas Balikpapan. “Lalu saya berpikir, kalau tidak terus berkomitmen berproduksi, tak ada artinya buat petani, meski sudah meraih gelar juara. Karena itu, lahirlah produk lainnya seperti cookies salak, sambal, minuman salak dan lainnya, dengan bahan dasar utama buah salak, yang kini menjadi ikon oleh-oleh khas Balikpapan,”ucap Yuni seraya menyebut ada sekira 15 produk atau varian dari Cakesalakilo, seperti original, almond, keju, coklat, kurma madu dan tiramisu.
Melalui Cakesalakilo, Yuni juga sukses meraih penghargaan Kreasi Prima Mutu dari Presiden RI tahun 2014. Juga juara nasional Master Oleh-Oleh Blue Band dari Unilever Indonesia tahun 2016, Penghargaan UPAKARTI dari Presiden RI tahun 2016 dan Penghargaan PARAMAKARYA dari Presiden RI tahun 2017.
Cakesalakilo yang sudah membuka outlet khusus di Km 4,5 Jalan MT.Haryono (dekat Pasar Buton) dan dipasarkan lebih banyak secara online melalui Instagram, shopee food dan grab food. Yuni juga siap menerima pesanan paket oleh-oleh, hantaran, parcel, gathering, training, sukuran dan lainnya.
Yuni yang mengaku tidak punya basic ilmu tata boga, tapi merasa terpanggil sebagai bagian dari warga Balikpapan, utamanya bermanfaat untuk petani salak, sehingga melahirkan beragam produk cake salakilo, yang kini dikemasannya juga tertulis oleh-oleh IKN Nusantara.
Selain sukses dengan Salakilo, Riswahyuni juga membuka program “Kids Cooking Class” untuk anak-anak, belajar membuat Cupcake Salak Super Yummy dan meriasnya berkelas chef cilik. “Tujuan kegiatan ini untuk menambah kecintaan dan kepedulian anak-anak pada buah Salak lokal Balikpapan, menumbuhkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship serta membuat anak-anak lebih kreatif,” paparnya.
Dia juga membuka kelas masak untuk mahasiswa, pegawai dan dharma Wanita. Yakni belajar membuat anek cake buah, aneka patry buah, dodol dan sirup buah, aneka sambal, camilan, kudapan buah dan makanan khas tradisional. “Semua kegiatan kami gelar di kantor atau workshop kami,” kata Yuni.
NASTAR JUMBO
Sementara Erni Suparni, akrab disapa Erni, Owner dan Founder Dapoer Rabbani, di kesempatan yang sama mengungkapkan, dia memilki produk unggulan kue nastar berukuran besar, sehingga dilabeli “Nastar Jumbo”.
Selama ini terang Erni, kue nastar umumnya berukuran kecil dan hanya dibuat di momen tertentu, seperti lebaran dan hari besar lainnya. “Lalu, muncul ide agar konsumen bisa tetap dapat menikmati nastar, tanpa harus menunggu lebaran dulu,” ujarnya.
Kue Nastar Jumbo sendiri dibuat berbagai varian, termasuk produk kue untuk Kesehatan, seperti mendukung program diet, alergi dengan tepung terigu, diabet dan lainnya. Ada pula “Nastar Batubara” yang baru diproduksi tahun 2025 ini, yang ditambahi coklat hitam blackforest. “Cocok nama kue itu untuk Kaltim sebagai salah satu penghasil batubara terbesar di Indonesia,” kata Erni.
Dengan bahan baku utama buah Nanas yang dikemas menarik sebagai buah tangan dari Balikpapan, Erni juga makin percaya diri dengan produksi Nastar Jumbo, Nastar Batubara dan lainnya. Erni sudah memulai usahanya sejak tahun 2016. Sementara untuk Nastar Jumbo, baru dia rilis di tahun 2021.
“Produk kami juga sudah dipasarkan di sejumlah tempat di Balikpapan, termasuk di pusat oleh-oleh Balikpapan, sehingga juga banyak dibawa keluar daerah sebagai oleh-oleh dan saouvenir,” tutupnya.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
