Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag.15)

APINDOKALTIM.COM – Dyah Retnani, SH, owner Primatania Catering, Ketua Forum UMKM Balikpapan Tengah, menyambut antusiasi Program Podcast Apindo Kaltim Channel, yang sebagian besar siarannya kini berfokus pada kampanye peningkatan pelaku UMKM Balikpapan yang bisa bersaing dengan UMKM lain di Indonesia.

Menurut Dyah, Forum UMKM Balikpapan Tengah sudah terbentuk sejak tahun 2023 dan baru dikukuhkan tahun 2024. Saat ini, anggotanya sekira 220 pelaku UMKM di berbagai bidang usaha,yang meliputi 6 kelurahan di Balikpapan Tengah, lewat produk kuliner, kerajinan, kriya, laundry, sablon dan hydroponik. “Harapan, agar semua UMKM bisa bergabung di forum UMKM, agar legalitas usaha, kemasan dan lainnya bisa lebih baik,” ujarnya.

Dyah sendiri menekuni bidang usaha kuliner / jasa boga, dengan brand “Primatania Catering”, sejak tahun 2010 di Karang Rejo. Lewat usaha yang dirintis, Dyah biasa menerima pesanan nasi kotak, paket prasmanan, aqiqah, pernikahan, nasi tumpeng, nasi liwet, anekas hampers makanan dan lainnya. “Pesanan juga sering datang dari kantor instansi pemerintah dan swasta, termasuk instansi TNI – Polri. Alhamdulillah, usaha kami juga tetap eksis di era persaingan kuliner yang makin ketat belakangan ini,” kata Dyah Retnani yang hadir sebagai tamu dalam Program Podcast Apindo Kaltim Channel, Rabu 17 September 2025.

Sementara Sri Sunarti, owner IWATIK (Ikatan Wanita Pembatik), Wakil Ketua Forum UMKM Balikpapan Tengah, hadir dengan beragam produk batik khas dengan desain utama motif Kalimantan, sejak tahun 2015 dan sejak 2017 langsung terjun membina ibu-ibu rumah untuk pelatihan membatik.

Desain batik yang juga dikombinasi dengan motif khas suku Dayak Kalimantan, buah Naga dan beragam hewan endemik Kalimantan, tidak hanya diaplikasikan dalam bentuk kain berbahan katun dan sutera, tapi juga dibuat dalam bentuk pakaian jadi, dengan kombinasi border, jaket, busana kantor (instansi) pemerintah dan swasta, termasuk organisasi dan sekolah. Ibu Sri—sapaan akrabnya juga banyak membuat aneka produk kriya / wastra, kain batik dan lainnya. “Kain percanya kami buat aneka produk keterampilan, seperti dompet dan lainnya,” tutur Sri.

Produk batik Iwatik, kata Sri, sebagian besar sudah banyak beredar keluar Balikpapan, bahkan mancanegara. “Ada juga pesanan dari Belanda dan negara lainnya, dimana kami punya galeri khusus di Hotel Novotel, Hotel Platinum dan Hotel Max One, termasuk di galeri Dekranasda dan bandara,” ucapnya.

Menurut Sri, batik dibuat umumnya berbahan kain katun dan sebagian dengan bahan sutera. “Batik saya pernah dipesan Ibu Iriana Jokowi, isteri Presiden RI ke-7 Joko Widodo saat event Inacraft beberapa waktu lalu, termasuk membeli dua tas dengan motif Iwatik yang kami buat khas Balikpapan,” ungkap Sri yang juga tiap tahun dapat orderan khusus batik untuk pegawai Pertamina, dimana UMKM Balteng sebagian besar menjadi binaan Pertamina.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *