Wapres RI Ke 10 dan 12, Jusuf Kalla didampingi Ketua Dewan Peritmbangan, Sofjan Wanandi, Ketua Umum, Shinta W Kamdani, dan pengurus DPP, membuka Rakerkonas APINDO ke 35 di Makassar, Senin (3/8/2026).

APINDOKALTIM.COM – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), resmi membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-35 APINDO 2026 di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Forum nasional yang berlangsung hingga 5 Agustus itu menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah daerah, investor, hingga mitra internasional untuk memperkuat investasi dan daya saing ekonomi Indonesia.

Rakerkonas APINDO 2026 mengusung semangat membangun kolaborasi yang lebih konkret melalui Business Investment Forum, Business Investment Expo, serta peluncuran Apindo Investment Unit sebagai jembatan penghubung potensi investasi daerah dengan investor nasional maupun global.

Dalam pidato sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan ketahanan ekonomi nasional bergantung pada sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Ia menilai tiga unsur tersebut harus saling menguatkan agar Indonesia mampu menjaga daya tahan ekonomi di tengah tekanan perang, perubahan iklim, defisit anggaran, dan persaingan global yang makin ketat.

Menurut JK, negara yang ingin maju tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah atau kekuatan pasar semata. Ia menyebut pemerintahan yang baik, pengusaha yang produktif, dan masyarakat yang aktif sebagai tiga pilar utama yang menentukan kekuatan ekonomi suatu bangsa.

“Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat,” ujar JK.

Ia menjelaskan pemerintah memiliki tugas membangun regulasi, infrastruktur, dan layanan publik yang efektif.

Sementara pengusaha menjadi penggerak utama ekonomi karena menciptakan lapangan kerja, membangun industri, dan memberi kontribusi melalui pajak.

“Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak,” katanya.

JK menilai kunci kekuatan ekonomi terletak pada keseimbangan antara peran negara dan aktivitas dunia usaha.

Ia menyebut pengalaman berbagai negara menunjukkan tidak ada satu model tunggal yang otomatis berhasil jika tidak dibarengi harmoni antara kebijakan pemerintah dan produktivitas pelaku usaha.

Shinta: Potensi Indonesia Harus Bertemu Investasi

Ketua Umum DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan penyelenggaraan Rakerkonas kali ini dibuat berbeda dengan menghadirkan Business Investment Forum sebelum agenda sidang organisasi dimulai.

Menurut Shinta, Indonesia selama ini dikenal memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik besar, bonus demografi, dan potensi daerah yang beragam. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi apabila tidak dipertemukan dengan investasi dan kolaborasi.

“Potensi hanyalah modal yang masih tertidur. Potensi baru menjadi pertumbuhan ketika dipertemukan dengan investasi, pasar, dan kolaborasi yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Business Investment Expo dan Forum bukan sekadar ajang pameran, melainkan wadah mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, proyek strategis dengan pelaku usaha, hingga UMKM dengan rantai pasok industri nasional.

Dalam kesempatan tersebut, APINDO juga meluncurkan Apindo Investment Unit untuk mempercepat konektivitas antara peluang investasi daerah dengan dunia usaha.

Realisasi Investasi Capai Rp760 Triliun

Shinta mengungkapkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia masih mampu mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp760 triliun pada semester I 2026, atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat dari Rp432 triliun menjadi Rp500 triliun.

Meski demikian, menurutnya, tantangan tidak berhenti pada upaya menarik investor baru. Pemerintah dan dunia usaha juga harus memastikan investor yang sudah beroperasi tetap percaya dan terus mengembangkan investasinya di Indonesia.

Shinta juga mengapresiasi kehadiran Jusuf Kalla dalam pembukaan Rakerkonas APINDO 2026. Menurutnya, JK merupakan tokoh nasional sekaligus pelaku usaha yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun iklim investasi di Indonesia.

Ia berharap pandangan JK dapat memberikan solusi atas tantangan investasi nasional, termasuk bagaimana meningkatkan manfaat investasi agar lebih dirasakan pelaku usaha dan daerah.

Rakerkonas APINDO 2026 juga menjadi yang pertama menghadirkan sejumlah perwakilan negara sahabat guna membuka peluang kerja sama investasi lintas negara.

“Momentum ini harus menjadi tempat lahirnya kemitraan baru, investasi baru, dan peluang baru bagi dunia usaha Indonesia,” tutup Shinta.

Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, mengatakan dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Posisi strategis Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dinilai mencerminkan pentingnya konektivitas, perdagangan, dan integrasi ekonomi nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

“Semangat kewirausahaan dan perdagangan yang telah tumbuh sejak lama di kawasan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengusaha Indonesia untuk terus berperan aktif menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global,” kata Suhardi.

Menurutnya, Sulawesi Selatan bersama kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar di sektor pangan, pertanian, perikanan dan kelautan, industri pengolahan, energi, pariwisata, hingga ekonomi maritim.

Karena itu, Business Investment Forum diharapkan menjadi ruang mempertemukan potensi daerah dengan investor, pelaku usaha, duta besar, serta mitra strategis agar investasi yang masuk semakin nyata.

Selain forum investasi, Rakerkonas APINDO 2026 juga menghadirkan 60 stan pameran yang menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah sebagai upaya memperluas jaringan bisnis dan pasar.

Rakekonas APINDO 2026 diikuti 36 Dewan Pimpinan Provinsi yang terdiri dari 800 lebih pengurus, para peninjau serta undangan dengan total peserta   kurang lebih seribu orang. Utusan DPP APINDO Kaltim dipimpin Ketua, Dr Abriantinus SH, MA, Wakil Ketua Giman Santoso, Sekretaris H Soegianto, Bendahara Herjhon Song Hadinata, dan Wakil Sekretaris, Yoyok Setiyono.  (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *