Ketua DPP APINDO Kaltim menerima cinderamata dari Ketua DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani.Ketua DPP APINDO Kaltim menerima cinderamata dari Ketua DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani.

APINDOKALTIM.COM – Dewan Pimpinan Nasional APINDO meluncurkan APINDO Investment Unit pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke 35 di Makassar Sulawesi Selatan, 3-5 Agustus 2026.

Unit baru ini bertujuan menghubungkan investor asing dengan pelaku usaha lokal melalui berbagai layanan, mulai dari penyediaan intelijen pasar, promosi proyek investasi, fasilitasi pertemuan investor dengan pemilik proyek, hingga penyelenggaraan dialog dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketua DPP APINDO Kalimantan Timur, Dr Abriantinus SH,MA, menilai unit tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses investasi bagi pelaku usaha daerah yang masih menghadapi keterbatasan modal dan jaringan internasional.

Menurut Abriantinus, APINDO Investment Unit menjadi terobosan penting karena memperkuat peran APINDO, tidak hanya sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan investor dengan pelaku usaha nasional. Dengan demikian, peluang investasi di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur, diharapkan semakin terbuka.

“Karena itu, saya mengajak para anggota APINDO Kaltim, maupun para pengusaha untuk terlibat dalam platform baru ini untuk membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal maupun internasional,” kata Abriantinus.

Pembentukan APINDO Investment Unit dilatarbelakangi masih rendahnya realisasi investasi di Indonesia, meskipun berbagai perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi internasional telah berhasil menarik minat investor asing.

Di sisi lain, banyak perusahaan nasional, terutama skala menengah, masih mengalami kendala dalam memperoleh akses pembiayaan, memperluas jejaring bisnis global, serta mendapatkan mitra strategis untuk mengembangkan usaha.

Melalui jaringan APINDO yang tersebar di seluruh Indonesia dan hubungan yang telah terbangun dengan komunitas bisnis internasional, unit ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan investor dengan proyek-proyek potensial di dalam negeri.

APINDO Investment Unit akan menyediakan berbagai layanan, mulai dari penyediaan intelijen pasar, promosi proyek investasi, fasilitasi pertemuan antara investor dengan pemilik proyek, hingga membangun dialog antara investor, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain menjadi penghubung investasi, unit tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan promosi potensi investasi nasional, terutama perusahaan lokal kelas menengah yang memiliki prospek berkembang dan membutuhkan dukungan pendanaan untuk meningkatkan skala usahanya.

Delegasi DPP APINDO Kaltim pada Rakerkonas APINDO ke 35 di Makassar, 3-5 Agustus 2026.
Delegasi DPP APINDO Kaltim pada Rakerkonas APINDO ke 35 di Makassar, 3-5 Agustus 2026.

Ekosistem APINDO Investment Unit akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari anggota APINDO, pemerintah pusat dan daerah, investor asing, asosiasi bisnis internasional, hingga lembaga pembiayaan dan promosi investasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor prioritas.

Sebagai tahap awal, APINDO menetapkan tiga daerah sebagai DPP Champion, yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau.

Ketiga daerah tersebut dipilih karena memiliki potensi investasi yang besar, proyek-proyek yang dinilai siap ditawarkan kepada investor, serta dukungan pemerintah daerah dalam mempermudah realisasi investasi.

Sektor yang menjadi fokus pengembangan meliputi manufaktur, hilirisasi industri, agri-pangan, energi, kawasan industri, infrastruktur, hingga pariwisata.

Ke depan, APINDO Investment Unit akan memprioritaskan penguatan basis data investasi di daerah, mengidentifikasi proyek-proyek yang siap ditawarkan kepada investor, serta memperluas akses anggota APINDO terhadap investor dan lembaga pembiayaan internasional.

Di saat yang sama, APINDO juga akan meningkatkan kegiatan business matching dan membangun jejaring dengan delegasi pelaku usaha asing agar peluang kerja sama investasi dapat terealisasi lebih cepat.

Abriantinus menilai inisiatif tersebut memiliki arti penting bagi Kalimantan Timur yang tengah berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, APINDO Investment Unit dapat menjadi pintu masuk bagi investor untuk menjajaki berbagai peluang investasi di sektor hilirisasi, energi, industri pengolahan, dan sektor strategis lainnya di Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan investor, peluang masuknya investasi ke daerah diyakini akan semakin besar.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *