APINDOKALTIM.COM — Lima menteri Kabinet Indonesia Maju dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dijadwalkan hadir dalam Rapat Kerja Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar hari ini, Selasa (5/8/2025).
Forum nasional ini menjadi wadah strategis bagi APINDO untuk merumuskan program kerja prioritas dan rekomendasi kebijakan bagi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Penyelenggara Rakerkonas, dilanjutkan oleh Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dijadwalkan memberikan Keynote Speech pertama, yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi Rakerkonas.
Sesi Dialog I pada pukul 09.35 hingga 12.00 akan menghadirkan jajaran menteri yang membidangi sektor strategis, yakni:
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI, Roslan Roeslani, Menteri Ketenagakerjaan, Yasierli, Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
AHY akan menyampaikan Keynote Speech kedua yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 hingga 13.30 WIB.
Agenda selanjutnya adalah persidangan pleno yang dibagi dalam tiga sesi. Pleno I akan mengesahkan jadwal acara, tata tertib, penetapan pimpinan sidang, dan pembentukan tim perumus.
Pleno II akan memuat pemaparan kinerja DPN APINDO serta tanggapan dari Dewan Pengurus Provinsi (DPP).
Setelah rehat panitia, Pleno III digelar dalam bentuk sidang komisi yang dibagi menjadi tiga:
1. Komisi Keorganisasian,
2. Komisi Program Kerja Prioritas,
3. Komisi Rekomendasi Kebijakan Strategis.
Rangkaian acara akan ditutup dengan Sidang Pleno yang berisi laporan dan penyerahan hasil sidang komisi.
Ketua DPP APINDO Kaltim, Dr Abriantinus SH, MA, akan memanfaatkan momentum Rakerkornas untuk menyampaikan aspirasi pengusaha di daerah.
Rakerkonas APINDO tahun ini dipandang penting karena menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus forum strategis untuk menyampaikan aspirasi pelaku usaha kepada pemerintah, dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan peluang pembangunan nasional. (*)
