APINDOKALTIM.COM – Beragam produk berkualitas dihasilkan melalui tangan terampil pelaku UMKM Balikpapan. Salah satunya, Batik Khaliqa Arensi, yang dibuat Arensi Tondo.

Menurut perajin batik dengan berbagai desain motif, khususnya khas Kalimantan ini, awalnya dia mulai merintis usaha batik di tahun 2019.  Lalu, tahun 2020 dia mulai berani mengikuti berbagai event lomba kreasi desain batik dan meraih juara kedua tingkat Balikpapan. Setelah itu, hampir tiap tahun dia ikut lomba dan berhasil meraih gelar juara.

Menurut Arensi, awalnya dia justru seorang guru aerobik, lalu ikut memproduksi sejumlah makanan ringan seperti snack dan lainnya, serta kerajinan tangan manik-manik dan lainnya. “Saat ini saya fokus hanya memproduksi kerajinan batik, karena hasilnya sangat membantu peningkatan ekonomi keluarga,” ujar Arensi yang bersuamikan pensiunan TNI Angkatan Darat ini.

Belajar membatik, terang dia, didapat dari kegiatan kursus membantik selama enam hari yang digelar SKB. Sejak saat itu, Arensi makin rajin membuat berbagai motif dan desain batik. Produknya juga banyak ditemukan di sejumlah tempat. Seperti di Dekranasda Kaltim, Bandara Internasional Sepinggan dan Dekrenasda Balikpapan.

“Produk batik saya juga sudah diekspor ke Jepang, melalui perusahaan UT. Juga sering ikut pameran di Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota lainnya di Indonesia. Sehingga, nama Khaliqa Batik makin dikenal luas masyarakat,” ujarnya.

Kain batik diproduksi di berbagai bahan kain, seperti sutera dan katun. “Kami juga melayani berbagai pesanan untuk seragam kantor dan sekolah. Pesanan dari kantor instansi pemerintah dan swasta,” ucap Arensi. Nama Khaliq Batik, diakuinya diambil dari nama cucunya. Arensi juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Seksi Pemasaran Forum UMKM Balikpapan Timur.

Terkait omset yang didapat selama 5 tahun menjadi perajin batik, dia mengaku selain menambah omset perekonomian keluarga, dia juga berhasil membeli kendaraan pribadi (mobil).

Meski begitu dia mengakui, sejauh ini  perajin batik umumnya di Balikpapan, mengalami kendala dalam hal pengadaan bahan baku, seperti kain, canting, lilin dan peralatan membatik lainnya yang masih harus didatangkan dari Jawa. “Dampaknya, memang harga jual batik kami sedikit lebih mahal dari produk sejenis dari luar Balikpapan,” ucapnya.

Arensi mengunkapkan, dia juga diminta menjadi pelatih atau instruktur membatik, mengajari masyarakat dan murid SD tiga kecamatan di Kabupaten Kukar dan Kutai Barat, serta di sejumlah SD di Balikpapan.

Harapannya ke depan, produksi batik Khaliqa Arensi ini dapat dibantuk pemerintah. Sehingga, produk industri rumahan ini, kedepan bisa tampil lebih luas dan dikenal masyarakat. Termasuk, bisa dipajang di pusat keramaian seperti mal, hotel dan restoran.(*)

Penulis / Editor : Rudi R. Masykur

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *