Geliat UMKM, Me-Restart Paradigma (Bag. 26)
APINDOKALTIM.COM – Pengusaha UMKM dari Forum UMKM Balikpapan Utara menunjukkan eksistensi hebat, dengan produk berbahan baku khas Balikpapan, tapi dikemas menarik untuk konsumen. Ini dibuktikan Yenny Chulaila, owner CH Yen Yen dan Vita Ameliana, owner Sweet Kitchen Vitoel.
Jika Yenny hadir dengan aneka produk stik, mulai Stik Buah Naga, Stik Buah Naga Kepiting, Stik Durian dan Stik Nenas Kepiting, maka Vita hadir dengan produk Teh Mangrove Sruput dan Sambal Pete, Sambal Teri Penja, Sambal Babi Cumi dan Sambal Bawang. Kedua perempuan ini, tampil inspiratif saat mengisi Podcast Apindo Kaltim Channel, Rabu, 8 Oktober 2025.
Menurut Yenny Chulaila, dia mulai merintis usaha UMKM Yen Yen sejak tahun 2022, dengan diawali membuat produk camilan stik bawang dan kue kacang. Seiring waktu, muncul ide membuat stik berbahan dasar buah khas Balikpapan. “Kebetulan saya tinggal di kawasan kilo, yang selalu marak dengan aneka buah lokal. Lalu, lahir ide membuat camilan stik dengan bahan dasar buah-buahan, seperti Buah Naga, Nenas dan Durian. Saya juga menemukan resep mancampur buah dengan kepiting, sehingga lahir juga produk stik nenas kepiting dan stik buah naga kepiting dan stik durian,” ujarnya.
Dengan kemasan “cantik”, dengan perizinan lengkap, mulai P.Irt, sertifikasi halal dan SNI, Yenny mengaku percaya diri lima varian produk stik cemilan yang dibuat, akan disukai konsumen di Balikpapan dan warga luar yang datang ke Kota Minyak. “Produk saya sudah dapat ditemukan di Toko Oleh-Oleh Gulung Jenebora, Borneo Shop dan Ritel di Balikpapan, seperti di Alfamart dan Yova Mart, termasuk outlet Amanda Brownies di Balikpapan dan kota lain di Kalimantan,” ucapnya.
Dalam sehari, Yenny mampu memproduksi satu varian secara bergiliran, dimana hasilnya dipasarkan ke sejumlah tempat, termasuk secara online. “Kandala saya hanya di kemasan, yang sering kali kerepotan karena memesan kemasan di Jawa dan waktunya bisa sampai sebulan,” paparnya.
Sementara Vita Ameliana, owner Sweet Kitchen Vitoel mengungkapkan, usaha dirintisnya sejak tahun 2022. Awalnya, terang Vita, dia memproduksi sambal dengan berbagai varian, mulai Sambal Pete, Sambal Teri Penja, Sambal Babi Cumi dan Sambal Bawang. Yang terbaru, Sambal Daun Mangrove.
Juga berinovasi dengan produk “Teh Mangrove Sanneratin Sruput”. Yakni, produk teh celup, yang bahan bakunya dari campuran daun teh dan daun mangrove. “Kebetulan di dekat rumah di kawasan Mangrove Center Graha Indah, banyak ditemukan pohon Mangrove dan kami juga bagian dari UMKM binaan Mangrove Center Graha Indah,” tuturnya.
Dengan kemasan cantik dan perizinan serba lengkap, mulai P.Irt, sertifikasi halal dan SNI, Vita mengaku banyak belajar sejak bergabung di komunitas dan forum UMKM yang diikuti. Mulai dari membuat produk, kemasan hingga pemasarannya.
Produk teh Seruput berbahan daun Mangrove, disebut Vita banyak manfaatnya secara kesehatan. Karena diyakini memiliki bahan anti oksidan dan manfaat lainnya. “Dalam sehari, saya bisa memproduk 10 – 20 pcs teh Seruput, dimana masing-masing Pcs isi 10, dimana produk saya pasarkan di pusat oleh-oleh Jenebora, Aneka dan Yova Supermart, termasuk di sejumlah tempat wisata, karena saya juga bergabung di organisasi kelompok wisata Balikpapan,” ucap Vita seraya menyebut, pemasaran produknya juga dilakukan secara online dan dipajang di outlet khusus di Mangrove Center Graha Indah Balikpapan.
Via juga mengakui terkendala dalam kemasan untuk produknya, yang memang belum ada di Balikpapan. “Kami kesulitan jika kemasan habis, maka harus memesan di Jawa dan itu perlu waktu,” sebutnya.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
