Eeng Wangsa, Kuliner untuk 2 Presiden
APINDOKALTIM.COM – Salah satu pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) Kota Balikpapan di bidang jasa kuliner yang membuat bangga masyarakat Kaltim utamanya Balikpapan, adalah Eeng Rianca Wangsa.
Perempuan enerjik yang juga pengurus DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim ini, tidak hanya sukses menyajikan beragam makanan khas untuk dinikmati para tamu dan udangan penting di negara ini, tapi juga Presiden Joko Widodo {Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto.
Ini terjadi di berbagai kesempatan saat Mbak Eeng – sapaan akrabnya diminta oleh pihak istana untuk menyiapkan beragam menu masakan saat perayaan Hut Republik Indonesia (RI) yang dipusatkan di kawasan Istana Ibukota Negara (IKN) Nusantara beberapa waktu lalu. Bahkan, di berbagai kesempatan sebelumnya, saat Presiden Jokowi berkunjung ke Lokasi IKN yang Tengah di bangun dan mengajak sejumlah Menteri untuk berkemah di IKN, Mbak Eeng juga dilibatkan untuk menyiapkan menu masakan bagi presiden dan pejabat lainnya.
“Saya bersukur, ini pengalaman yang luar biasa untuk pelaku kuliner UMKM lokal Balikpapan, yang diminta ikut berkontribusi menyajikan makanan terbaik untuk dinikmati presiden dan pejabat RI lainnya,” ujar Eeng Rianca Wangsa saat tampil di acara Podcast Apindo Kaltim Channel, Selasa 11 Agustus 2025.
Menyajikan menu masakan terbaik untuk para pejabat tinggi RI itu, termasuk pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra), disebut Eeng terus berlanjut hingga saat ini. Bahkan, dirinya yang semula hanya membuka satu kantin untuk melayani pegawai dan pekerja yang ada di IKN, kini bertambah satu kantin lagi, yang lokasinya dekat dengan pintu masuk istana negara di IKN.
Menurut pengusaha katering kelahiran Jember Jawa Timur ini, sebelum menetap di Balikpapan, dirinya sempat berpindah-pindah mengikuti suami yang bekerja di bidang information technology (IT). Karenanya, dia pernah menetap di Surabaya, Denpasar, Samarinda hingga Balikpapan. “Tapi, saya bukan tipe isteri yang berdiam diri di rumah. Hobi saya memang memasak atau kuliner dan keterampilan membuat berbagai kue khas daerah, serta travelling. Jika ada yang menyebut hobi yang dibayar atau menghasilkan cuan, barangkali sebutan itu pas untuk saya,” ujarnya.
Menurut Eeng, dirinya bergelut di usaha kuliner lebih dari 20 tahun. Awalnya terang Eeng, dia memulai di usaha katering. Di berbagai daerah atau kota yang pernah dia singgahi, terang Eeng, dia juga belajar kuliner khas daerah tanpa melalui kursus. Dari situ, dia mulai percaya diri dengan produk olahan makanan buatannya dan masuk ke bergai event atau kegiatan di pemeritahan, khususnya Pemkot Balikpapan.
‘”Setiap perayaan Hut Kota Balikpapan, saya juga selalu mencoba berkarya menghasilkan produk makanan dan kuliner khas. Sehingga, saya juga mulai dilibatkan menjadi pelatih trainer untuk kegiatan di kecamatan dan kelurahan di Balikpapan, mulai masakan kudapan, hinga masakan lainnya. Saya juga mengajar kuliner di salah satu SD swasta,” bebernya.
Berkat keterampilan ini, Eeng dipercaya oleh Pemkot Balikpapan untuk masuk ke sentra industri kecil di Teritip, memproduksi berbagai produk makanan olahan khas Balikpapan bersama para perajin dan pelaku UMKM lainnya. Di Teritip, dia memproduksi olahan pangan lokal, seperti amplang dan makopai—yang terbuat dari tepung singkong yang diberi coklat, dengan ornamen kemasan khas Kalimantan. Di Teritip ada 24 rumah produksi, termasuk dirinya. “Produk kami dari Teritip ini sudah banyak dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh khas Balikpapan, termasuk di supermarket, hotel dan restoran,” ujar Eeng seraya menyebut, para pelaku UMKM Teritip berada di bawah naungan atau binaan DKUMP dan didukung Pemkot Balikpapan.
Meski begitu, usaha katering yang dikelolanya juga berjalan baik. “Saya bisa maju, karena penyajian, rasa dan mengikuti rasa yang lagi trend di masyarakat,” ucapnya.
Tak berhenti dengan kegiatan di pemerintah, Eeng juga mulai masuk ke sektor swasta, seperti bekerjasama dengan event organizer (EO), organisasi chef, IWAPI dan sahabat Apindo Kaltim. “Saya makin peecaya diri, bahwa produk saya bagus,” ucapnya.
GROUND BREAKING IKN
Keterlibatan dalam mensupport IKN Nusantara, menurut Eeng berawal saat dia diminta oleh sebuah EO untuk event ground breaking PSSI. Lalu, disusul tawaran EO lainnya untuk ground breaking selanjutnya di IKN. Di berbagai event itu, dirinya diminta menyiapkan berbagai menu makanan khas dan disukai para tamu yang hadir.
Terpilihnya Eeng untuk masuk ke IKN, diakui karena dirinya pernah ikut berbagai ajang lomba tingkat kota hingga provinsi Kaltim dan menjadi juara. Dia juga pernah diminta menjadi pendamping Pemkot Balikppapan lomba tingkat nasional untuk kuliner makanan bergizi, seimbang dan aman, dimana Balikpapan meraih gelar juara di ajang itu.
Badan Pengelola IKN Nusantara, disebut Eeng memang mencari pelaku UMKM kuliner, namun wajib memenuhi standar, salah satunya menu berstandar hotel berbintang. Sehinga, produk, barang dan kemasan serta makanan yang disajikan , tidak hanya memenuhi standar BPOM, juga secara standar kesehatan yang cukup ketat.
“Jadi, keterlibatan di IKN itu mulai event ground breaking, selamatan dan puncaknya diberi kesempatan memasak di istana negara dan juga melayani paskibraka tahun 2024 lalu saat Hut RI di Istana Negara Nusantara,” kata Eeng.
Berkat support organisasi IWAPI, Eeng juga diberi kesempatan membuka kantin di IKN. Tujuannya, untuk melayani keperluan makanan bagi hunian pekerja konstruksi IKN. Di bulan Oktober 2025 mendatang, dia juga diberi kesempatan membuka kantin baru di depan istana negara.
Di puncak perayaan Hut Dekranas di Dome Balikpapan belum lama ini, dia juga diminta membuat tumpeng besar bertema Kapal Phinisi dan dipotong secara langsung oleh Ibu Wakil Presiden RI.
Bahkan belum lama ini, dia juga diminta menyajikan berbagai menu khas di ruang VVIP Bandara IKN Nusantara. Termasuk ditawari juga melayani tamu umum di bandara IKN.
Ditanya sarannya bagi pelaku UMKM di Kaltim khususnya Balikpapan agar bisa berhasil, dia menyebut apapun profesinya, yang penting hati senang. Yang kedua, wajib konsisten atau prioritas dengan pekerjaan yang ditangani. “Pelaku UMKM juga wajib peka melihat lingkungan lain, utamanya untuk selalu update dalam kemasan, rasa dan sasaran pasar yang dituju,” ujarnya.
Misalnya, untuk ritel modern seperti supermarket, produk dan kemasan UMKM harus bagus, begitu juga untuk event pameran dan bazar. Termasuk, wajib memiliki PIRT dan NIB Berbasis resiko.(*)
Penulis / Editor : Rudi R.Masykur
