APINDOKALTIM.COM — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Timur bekerja sama dengan PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) bekerja sama memperluas pemahaman pelaku usaha tentang pasar modal dan pendanaan melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui talkshow bertajuk “Mengenal Pasar Modal: Peluang Investasi dan Pendanaan melalui IPO” dalam rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO Kaltim, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Galeri Investasi SBMA, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltimtara, dan Phintraco Sekuritas.
Kepala Wilayah BEI Kaltimtara, Ferdinan Sihombing mengungkap pasar modal sebagai salah satu alternatif pendanaan perusahaan. “Melalui IPO atau menjadi perusahaan terbuka, bisnis yang memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan dapat mengakses sumber pendanaan yang lebih luas untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan jangka panjang,” katanya.
Sementara Branch Representative Phintraco Sekuritas, Ega Priamay Sella memperkenalkan investasi saham, termasuk langkah awal membuka rekening investasi. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai karakteristik instrumen investasi, risiko, dan pentingnya mengambil keputusan secara terukur.
“Berinvenstasi di pasar modal saat ini semakin mudah, aman dan bisa dimulai dengan nilai kecil,” ujarnya.
Ketua APINDO Kaltim, Dr Abriantinus SH,MA menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan di sela Rakerkonprov untuk menghubungkan dua kebutuhan dalam ekosistem pasar modal, yakni perusahaan yang mencari pendanaan untuk mengembangkan bisnis dan investor yang ingin memanfaatkan peluang investasi.
“Bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur, pemahaman mengenai alternatif pendanaan dapat membantu mereka menentukan strategi pembiayaan sesuai kebutuhan dan rencana pengembangan bisnis,” jelasnya.
Sementara itu Corporate Secretary SBMA, Francisca Puspalinda menilai kolaborasi dengan APINDO penting untuk memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“APINDO memiliki peran dalam menjembatani komunikasi antara perusahaan, pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Puspa.
Selain akses pendanaan, kepastian berusaha dan kemudahan perizinan juga menjadi faktor yang mendukung iklim investasi daerah.
“Melalui Galeri Investasi SBMA, kami berkomitmen melanjutkan program edukasi pasar modal dan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperluas pemahaman pelaku usaha mengenai pilihan pendanaan,” imbuhnya.
SBMA berharap kolaborasi dengan APINDO dan pemangku kepentingan lainnya dapat membantu membangun ekosistem bisnis Kalimantan Timur yang lebih adaptif, kompetitif, dan terbuka terhadap peluang pertumbuhan. (*)

