APINDOKALTIM.COM – Program Podcast Apindo Kaltim Channel, Selasa 7 Oktober 2025 kedatangan tamu khusus, seorang perempuan enerjik. Selain aktivis di sejumlah organisasi dunia usaha di Balikpapan, dia juga punya beragam aktivitas usaha yang dijalani hingga saat ini.
Perempuan bernama lengkap Yuli Shinta Noviyanti, tidak hanya dikenal sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Balikpapan, tapi juga Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan, Bidang Fiskal, Investasi dan Keuangan.
Belum setahun berselang, Yuli Shinta juga diamanahi memimpin Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Balikpapan. Dia juga Ketua Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Balikpapan.
Sementara di dunia usaha, perempuan yang sebelumnya banyak terlibat dalam pekerjaan di PT Pelindo ini, juga memiliki bisnis travel umrah dan haji melalui PT. Vaneziza Jaya Mandiri (Travel) dan bisnis katering dengan brand Stephanie Catering.
Pengusaha kelahiran Medan yang tinggal di kawasan Jalan Alamanda Barat No.2 Balikpapan ini, juga memiliki Kafe dan Resto Julus Yoshiaso, serta Perusahaan bernama PT. Alfa Tehnik Pratama dan CV Aira Agung Sativa.
Terkait beragam aktivitasnya, Yuli Shinta mengakui memilki karakter yang tidak bisa “diam”. Tidak heran, dia mampu menjalani semua kegiatan organisasi dan dunia usaha secara harmonis hingga sekarang. “Selama masih ada nafas, lebih baik melakukan kegiatan positif, termasuk di dunia usaha – menjalani kegiatan bisnis yang menghasilkan rejeki halal,” ujarnya.
Menyinggung organisasi APJI, Yuli menyebut, adalah organisasi yang menaungi pengusaha jasa, yang saat ini sudah masuk di usia 41 tahun. “Ketua APJI Balikpapan sebelumnya Bu Lenny Banjarsari dan dilanjutkan Bu Endang Karso. bulan Mei 2025 lalu, dihelat musyawarah cabang dan saya terpilih untuk melanjutkan kepemimpinan di APJI Kota Balikpapan,” tuturnya.
Bidang jasa boga, terang Yuli tidak hanya melulu bisnis katering, tapi bersifat global, termasuk restoran, kafe dan restro, termasuk pedagang kaki lima food yang menjual makanan dan minuman. “Anggota dan pengurus yang terdata di APJI sebanyak 70 lebih,” sebut Yuli dimana APJI juga sudah berada di 27 provinsi di Indonesia, sehingga memiliki kepengurusan berjenjang hingga ke tingkat nasional.
Menurut Yuli, aktivitasnya di sejumlah organisasi bukan karena keinginan dan ambisi pribadi, tapi lebih diminta banyak pihak, agar terlibat membantu dan mengurusi organisasi. “Ini yang terjadi saat saya terpilih memimpin APJI, IWAPI dan diminta juga menjadi Wakil Ketua Umum Kadin Kota Balikpapan,” tegasnya.
Ditanya tentang beragam usaha yang dijalaninya saat ini, Yuli menyebut, semuanya mengalir seperti air. Bahkan di tahun 2003, dia pernah membuka usaha billiard di sebelah Plaza Balikpapan. “Saat itu, billiard selalu dikonotasikan sebagai tempat olahraga dan hiburan, yang identik dengan rokok, minuman beralkohol dan lainnya. Tapi di era Wali Kota H. Imdaad Hamid, SE kala itu, saya justru membalik semua pandangan negatif soal billiard untuk pembinaan atlet. Termasuk membuat turnamen billiard dengan mendatangkan pemain Asia dari Thailand. Didukung Pak Imdaad, tiap hut Kota Balikpapan, kami menggelar turnamen billiard sampai 14 tahun,” paparnya.
Setelah usaha billiard makin marak di Balikpapan, Yuli justru beralih menjadi kontraktor di Pelindo (Pelabuhan), sejak 2008 hingga pandemi covid – 19, mulai dari supplier hingga all in perbaikan kapal, man power kebersihan dan mitra terbaik Pelindo. “Saat Pelindo disatukan menjadi holding akibat kebijakan BUMN, kami pengusaha lokal agak kesulitan, karena harga jadi anjlok dan sistem pembayaran jadi lebih lama,” sebutnya.
Sementara usaha katering, diakui Yuli berawal saat dia juga mulai masuk sebagai mitra PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT). “Skill di bisnis katering saya pelajari otodidak, karena diminta juga melayani katering. Intinya, saya tidak pernah menolak saat ditawari pekerjaan katering. Akhirnya, rumah di Balikpapan Baru saya jadikan workshop katering,” ujarnya.
Begitu pula saat kafe dan restro menjadi trend di kalangan generasi milenial, Yuli juga merambah bisnis ini. Dia lalu membuka restro “Lontong Medan Asli Melayu” di kawasan Gunung Bakaran, dengan menu aneka masakan Medan, terinspirasi dari kota kelahirannya.
Sehingga, saat umrah dan haji marak, dia juga membuka usaha travel yang melayani banyak pihak, termasuk instansi di lingkungan Pemkot Balikpapan, dalam bentuk studi banding ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Terkait harapannya ke depan, Yuli Shinta mengakui semua bersifat amanah, yang mesti dijalani dengan tanggungjawab dan all out. Termasuk saat dia memimpin Srikandi PP, diakuinya berhasil mengubah anggapan, kalau organisasi ini minor di masyarakat. Srikandi PP juga berhasil memiliki UMKM mandiri, dimana anggotanya bisa eksis tanpa tergantung pihak lain. “PP itu diisi banyak orang hebat, ada yang jadi anggota DPRD, menteri dan tokoh penting lainnya di Indonesia, termasuk di Balikpapan dan Kaltim,” ucapnya.(*)
Penulis / Editor : Rudi R. Masykur
