APINDOKALTIM.COM – Pizza, produk kiliner yang umumnya dikenal berasal dari Italia dan di Indonesia banyak disukai masyarakat. Namun, di tangan Whenny, produk Pizza dibuat khas lokal dan dinamai “Pizza MbaWen”.
Pandemi covid 19 yang melanda Indonesia termasuk Balikpapan sekira tahun 2020 atau lima tahun lalu, menjadi hikmah besar bagi perempuan satu ini. Sebab, justru di saat pandemi itu dia menemukan ide membuat produk pizza MbaWen, yang cita rasanya setara dengan produk pizza asli yang ditawarkan sejumlah gerai ternama. “Awalnya, ide muncul dari putra saya, yang tiba-tiba minta dibuatkan pizza saat pandemi kala itu. Saya tentu bingung, karena selama ini banyak mengolah makanan tradisional saja. Tapi, setelah berkali-kali mencoba, akhirnya berhasil dan berlanjut jadi usaha utama hinga sekarang,” kata Wenny, owner Pizza MbaWen di Podcast Apindo Kaltim Channel.
Modal awalnya diakui Wenny tidak banyak, karen peralatan oven dia sudah punya. Tepung juga diawal hanya 2 kg seharga Rp9 ribu-an per kg dan sekarang sudah Rp 15 ribuan per kg. Namun, dengan kombinasi sosis premium, pizza yang dihasilkan menjadi taste yang luar biasa. “Pemasarannya juga lewat medsos, seperti facebook yang umumnya disukai ibu-ibu. Respon pasar bagus dan didorong motivasi suami, akhirnya saya berani menjual pizza ini,” ujarnya.
Sejak kali pertama dirilis, harga jualnya juga tidak berubah hingga sekarang, dengan yang terendah Rp 38 ribu per kotak. “Hingga sekarang, harga tetap sama, meski harga bahan baku makin tinggi,” ujarnya.

Produk Pizza MbaWen, disukai banyak kalangan. Bahkan, sebagian produk juga banyak dipesan konsumen hingga dibawa ke Jakarta. “Alhamdulillah, saya belajar membuat pizza secara otodidak, tanpa kursus. Produknya juga tetap berkualitas tinggi,” ucap perempuan berhijab ini.
Kini produk Pizza MbaWen tidak sekadar dipasarkan melalui jejaring media sosial, tapi melibatkan pengemudi ojek online. Bahkan, penyebaran brosur ke sejumlah perusahaan di Balikpapan, ikut menambah luas pelanggan. “Kami berencana membuka cabang selain di rumah tempat produksi kami secara home made. Kelebihan produk kami, biar dalam kondisi dingin, tekstur pizza tetap lembut dan enak dinikmati,” paparnya.
Ditanya kendala yang dihadapi, dia berharap agar pemerintah dan lembaga terkait bisa mendukung permodalan. “Pelaku UMKM di Balikpapan umumnya ingin lebih maju dan berkembang. Namun, kendala kami umumnya memang kesulitan dukungan modal untuk mengembangkan produk pizza ini,” ucap dia.
Adapun jenis poroduk pizza yang ditawarkan antaralain, Top Super Mozarella Rp 75 ribu, Top daging keju Rp 48 ribu, Daging Moza Zumbo Rp 90 ribu, Top Tuna Matahari Rp 120 ribu, Top Super Sosis Rp 65 ribu, Top Sosis Keju Rp 48 ribu, Daging Sosis Zumbo Rp 90 ribu, Top Moza Matahari Rp 120 ribu, Top Tuna Super Rp 65 ribu, Top Mozarella Rp 58 ribu dan Daging/Sosis Zumbo Rp 95 ribu. Ada pula Top Double Moza Sosis Rp 120 ribu, Top Keju Mozarella Rp 55 ribu, Sosis Keju Rp 38 ribu dan Daging Mix Sosis Zumbo Rp 90.000.(*)
Penulis / Editor : Rudi R.Masykur
